Page 198 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 198

Hari itu, Bapak dan mamah sebenarnya ingin mengajaknya

          ke  Kuningan  dan  Keraton,  namun  karena  kondisinya,  mereka

          akhirnya  pergi  sendiri  untuk  membeli  oleh-oleh  untuk  teman-
          temanku  di  Jakarta.  Aku  pun  menitip  tahu  gejrot,  kuliner  yang

          sangat diinginkan oleh "tuan muda" itu.
               Menjelang siang, di saat matahari sedang terik-teriknya, dia

          tiba-tiba  bangun  dan  mengajak  keluar.  Dia  bersikeras  ingin

          memakai  motor  Nmax  merah  milik  Bapak  yang  berplat  merah.
          Kami berkeliling mencari empal gentong. Tibalah kami di tempat

          penjual  empal  gentong  langgananku  di  daerah  Penonang.  Aku

          memesan 2 porsi empal dan 2 nasi. Setelah empal datang, Farras
          dengan  sigap  menyantapnya  dan  melihatnya  makan  dengan

          begitu lahap, sedikit rasa kesalku menguap.

          "Enak banget,"  ucapnya tulus, dan aku tersenyum kecil melihatnya
          kembali bertenaga.

          Saat  kami  kembali,  mamah  dan  bapak  sudah  tiba  dengan

          tumpukan  oleh-oleh  dan  tahu  gejrot  pesanan  kami.  Farras
          langsung menyantapnya dengan riang. Namun, selang beberapa

          jam  kemudian,  dia  kembali  tidur  lagi.  Rasanya  ingin  sekali  aku

          berteriak karena kesal.
               Sore  itu,  langit  Cirebon  mendadak  gelap  dan  hujan  turun

          dengan sangat deras.


                                                                        198
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203