Page 90 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 90

menahan  tawa  melihat  interaksi  kami.  Aku  hanya  terdiam,  tak

          merespons.

          "Kok bete, sih? Kan aku cuma bercanda, Gina," bujuknya lembut.
          Padahal, aku sama sekali tidak marah. Rasa kantuk yang luar biasa

          hanya membuat reaksiku melambat.
               Motor melaju menembus dinginnya malam menuju kosku.

          Sesampainya di depan gerbang, ia berpamitan. Aku segera masuk,

          membersihkan diri dari debu jalanan, menunaikan salat Isya, dan
          akhirnya membiarkan diriku tenggelam dalam mimpi, menutup

          hari yang panjang bersama sosok yang penuh kejutan itu.

























                                                                          90
   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95