Page 17 - E-MODUL PASTRY DAN BAKERY “SWEET BREAD” PROGRAM KEAHLIAN KULINER
P. 17
Proses pembuatan roti sebaiknya menggunakan air dingin
(air es). Sebab proses pembuatan roti selalu melibatkan ragi roti
(yeast). Ragi roti di dalam adonan akan bekerja secara optimal bila
suhunya di bawah 30°C (tidak boleh melebihi 30°C saat diaduk).
Demikian juga pemakaian mesin (mixer) yang terlalu lama untuk
mengaduk roti menimbulkan panas yang akan meningkatkan
suhu adonan sehingga mengurangi aktivitas ragi (yeast). Air es
berfungsi untuk menjaga agar suhu adonan sesuai/cocok untuk
aktivitas ragi. Bila suhu adonan melebihi 30°C, maka aktivitas ragi
akan berkurang sehingga fermentasi roti akan semakin lama.
Akibatnya aroma roti menjadi asam, serat roti kasar, mudah keras,
dan roti menjadi tidak tahan lama. (Faridah dkk, 2008).
Cara memberikan cairan pada pencampuran tidak bisa
dilakukan secara sekaligus tetapi disisakan 10% untuk
mengendalikan kepadatan adonan, karena salama
penyimapanan terjadi perubahan kelembaban terigu, yang
berakibat penyerapan cairan tidak dapat dilakukan secara
maksimal.
Gambar 2. Air
Sumber: Detik Health
c. Telur
Telur merupakan sumber zat protein hewani yang bergizi
tinggi. Yang digunakan dalam pembuatan roti manis yaitu
bagian kuning telur. Penggunaan kuning telur dapat
memberikan tekstur yang lembut pada roti, karena kuning telur
mengandung lesitin (emulsifier). Kuning telur memiliki bentuk
yang padat dan kadar airnya sekitar 50%. Nilai kalori pada
17