Page 104 - 5f871381b4cd9c6426e115cd17c3ac43
P. 104
80 | Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2014
satu pulau, tetapi juga ditemukan di beberapa 3.2.3.2 Spermatophyta
pulau lain. Jumlah jenis terbanyak berasal dari Spermatophyta atau Phanerogamae atau
Jawa (790 jenis), sedangkan jumlah terendah tumbuhan tidak berspora merupakan ke
dari Kepulauan Sunda Kecil (234 jenis). lompok tumbuhan yang berbiji dan dibagi
Berdasarkan jenisjenis yang tersimpan di dalam Gymnospermae dan Angiospermae.
Herbarium Bogoriense dan pustaka yang ada, Spermatophyta berasal dari akar kata sperma
diketahui bahwa jenisjenis Hepaticae terba yang artinya biji dan phyton yang berarti
nyak dikoleksi dari Jawa (667) dan jumlah tumbuhan. Indonesia diperkirakan mempu
jenis terkecil berasal dari Kepulauan Sunda nyai 30.000–40.000 jenis tumbuhan (15,5%
Kecil (13). Kurangnya koleksi di daerah dari total jumlah jenis tumbuhan di dunia)
Kepulauan Sunda Kecil tidak menandakan termasuk pakupakuan dan Gymnospermae.
bahwa daerah tersebut memang mempunyai Pengungkapan data keanekaragaman
jenis yang sangat sedikit, namun umumnya tumbuhan berbiji (Spermatophyta) saat
disebabkan kurangnya koleksi di daerah ini diperkirakan baru mencapai 50%. Data
tersebut (Gambar 51). tersebut diperoleh dari spesimen Herbarium
Bogoriense yang telah disusun dalam bentuk
2. Paku-pakuan database (baru 50% dalam bentuk digital),
Pakupakuan atau tumbuhan paku adalah pustaka (ceklist flora Indonesia, Flora Java,
sekelompok tumbuhan yang memiliki pembu Flora Sulawesi, Flora Sumatra, Flora van
Netherlands Indie, dan Flora Malesiana)
luh kayu dan pembuluh tapis seperti halnya dan informasi dari database herbarium lain
Spermatophyta, namun tidak menghasilkan
biji. Kelompok ini masih menggunakan spora seperti Herbarium Kew (K), Natural History
Museum Netherlands (L), dan dari database
sebagai alat perbanyakan seperti halnya pada
jamur, lichens, dan lumut. dunia misalnya e-monocot, GBIF, dan The Plant
List.
Pakupakuan di dunia diperkirakan
ada 10.000 jenis dan 2.197 jenis tumbuh di
Indonesia. Dilihat dari hasil koleksi paku 1. Gymnospermae
di Indonesia, Sumatra memiliki jenis paku Gymnospermae, seperti tumbuhan berpem
yang lebih banyak dibandingkan pulaupulau buluh lainnya mempunyai siklus hidup de
lain. Namun, hal ini tidak berarti bahwa jenis ngan sporofita. Gametofita (fase terbentuknya
ini di tempat lain sudah hilang atau sedikit gamet) mempunyai fase pembentukan yang
(Gambar 53), tetapi disebabkan kurangnya relatif lebih pendek. Ada dua tipe spora
eksplorasi yang dilaksanakan. pada Gymnospermae, yaitu tumbuhan yang
polennya dewasa dan menghasilkan sel
sperma serta tumbuhan yang megasporanya
Sumber: Puslit Biologi-LIPI 2014, in prep
Gambar 53. Histogram jumlah paku-pakuan di Indonesia tahun 2013

