Page 10 - Buku Keterbacaan
P. 10

memiliki apersepsi (pengetahuan awal) yang cukup terhadap bahan
                         yang  sedang  dibaca.  Artinya  panjang  pendek,  sederhana  atau
                         kompleksnya kalimat, abstrak atau konkrit bahasa yang dipakai tidak
                         akan menghambat pemahaman pembaca terhadap suatu bahan bacaan
                         apabila pembaca mempunyai cukup informasi yang berkaitan tentang
                         hal tersebut. Dengan demikian semakin sering seseorang melakukan
                         aktivitas baca maka kemampuan memahami bahan bacaan semakin
                         meningkat.  Seseorang  yang  memiliki  peringkat  baca  tinggi  secara
                         ideal  mampu  memahami  setiap  teks/buku  yang  dibacanya.  Namun
                         apabila buku tersebut memiliki tingkat keterbacaan yang tidak sesuai
                         untuk dirinya, ia belum tentu dapat memahami dengan mudah.
                            Keterbacaan suatu teks bacaan berkait erat dengan struktur kalimat
                         yang membangun teks bacaan dalam teks itu. Jika suatu teks bacaan
                         dibentuk  dengan  kalimat  yang  tidak  baik,  pembaca  akan  kesulitan
                         memahami isi teks. Teks bacaan yang sukar juga menyebabkan peserta
                         didik frustasi dan tidak berminat karena informasi yang dicari tidak
                         didapat. Di sisi lain, teks bacaan yang terlalu mudah membuat peserta
                         didik  tidak  tertantang  sehingga  tidak  mencerminkan  kemampuan
                         peserta didik yang sesungguhnya.

                            Klare  (dalam  Suherli,  2009)  menyatakan  bahwa  bacaan  yang
                         memiliki  tingkat  keterbacaan  yang  tinggi  akan  mempengaruhi
                         pembacanya. Bacaan seperti ini dapat meningkatkan minat belajar,
                         menambah kecepatan dan efisiensi membaca. Tidak hanya itu, bacaan
                         yang memiliki tingkat keterbacaan tinggi biasanya dapat memelihara
                         kebiasaan membaca para pembacanya karena mereka merasa dapat
                         memahami wacana seperti itu dengan mudah.

                            Mengingat pentingnya kesesuaian teks dengan jenjang pendidikan,
                         seorang  pendidik,  khususnya  pendidik  Bahasa  Indonesia,  harus
                         mampu memilihkan bahan bacaan dan buku teks yang layak untuk
                         peserta didik yang dibimbingnya. Teks bacaan yang baik harus sesuai
                         dengan jenjang pembaca sasaran dan tidak menyulitkan peserta didik.
                         Teks  bacaan  yang  baik  penting  keberadaannya  agar  maksud  dan
                         tujuan pembelajaran tercapai (Suladi dkk, 2000:3).



               4
                       Hakikat Keterbacaan
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15