Page 33 - Laporan SFO Triwulan I 2024 Kanwil DJPb Provinsi Riau blm ds
P. 33
LAPORAN LLPKPK Berbasis SFO Bab II
ini juga bersifat direct cascading dari Kepala Kanwil DJPb ke seluruh pejabat administrator di lingkup
Kanwil DJPb. Direct cascading tersebut sebagai wujud Kemenkeu Satu - DJPb Satu - Kanwil DJPb
Satu dengan tujuan agar terjadi percepatan penajaman tugas DJPb. Direct cascading tersebut
merupakan tanggung renteng/kolektif tanpa pengurangan nilai sebagaimana diatur pada KMK-
300/2022 tentang Manajemen Kinerja di lingkungan Kemenkeu.
13. Tingkat Kualitas Pengelolaan Kinerja Organisasi
Kualitas pengelolaan kinerja organisasi merujuk pada kemampuan organisasi untuk mengelola
dan mengoptimalkan kinerja secara efektif dan efisien yang mencakup berbagai faktor yang
berkontribusi terhadap keberhasilan dan keberlanjutan organisasi dalam mencapai tujuan.
Dalam rangka mendorong komitmen pimpinan dan seluruh pegawai terhadap pelaksanaan
pengelolaan kinerja di masing-masing unit lingkup DJPb, telah disampaikan matriks langkah-
langkah peningkatan kualitas pengelolaan kinerja sebagai best practices pengelolaan kinerja yang
merupakan panduan bagi unit kerja lingkup DJPb untuk melaksanakan berbagai action plan yang
implementatif berdasarkan prinsip-prinsip Strategy Focused Organization (SFO).
Kanwil DJPb selaku koordinator wilayah juga perlu memastikan tercapainya pelaksanaan tugas
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di wilayahnya yang selaras dengan visi dan misi
Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Sesuai dengan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-
1/PB/2023 tentang Perubahan atas PER-24/PB/2019 tentang Pedoman Pembinaan dan Supervisi
Pelaksanaan Tugas Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, setiap Kantor Wilayah DJPb wajib
melakukan pembinaan dan supervisi pada KPPN di lingkup wilayah kerjanya secara periodik 2 (dua)
kali dalam setahun. Komponen dalam pelaksanaan pembinaan dan supervisi antara lain:
a. Treasury
b. Pengelola Fiskal, Representasi Kemenkeu di Daerah, dan Special Mission
c. Financial Advisor dan Tata Kelola Internal
14. Nilai Implementasi Learning Organization
Tingkat akulturasi learning organization merupakan nilai yang merepresentasikan level
pembudayaan organisasi pembelajar unit kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
Learning organization (organisasi pemelajar) adalah organisasi yang secara terus menerus dan
terencana memfasilitasi anggotanya agar mampu terus menerus berkembang dan mentransformasi
diri baik secara kolektif maupun individual dalam usaha mencapai hasil yang lebih baik dan sesuai
dengan kebutuhan yang dirasakan bersama antara organisasi dan individu di dalamnya (KEP-
140/PP/2017).
Aktivitas implementasi LO diukur melalui 8 (delapan) subkomponen, sebagai berikut:
a. Pendokumentasian dan pengorganisasian: mengukur partisipasi unit kerja dalam
pendokumentasian pengetahuan terkait pengelolaan keuangan negara yang diwujudkan
dalam penyusunan aset intelektual dan publikasinya dalam Pusat Pengetahuan pada
Kemenkeu Learning Center 2.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan
22 Provinsi Riau