Page 30 - Laporan SFO Triwulan I 2024 Kanwil DJPb Provinsi Riau blm ds
P. 30

Perencanaan Kinerja                                                                     TW I 2024




                 adalah deviasi unit tagihan dan deviasi nilai tagihan yang masing-masing mempunyai bobot yang
                 ditentukan.  Pemberian  dispensasi  RPD,  baik  nilai  maupun  waktu,  tetap  diperhitungkan  dalam
                 formulasi akurasi RPD Harian dengan menggunakan rasio pemberian dispensasi terhadap total RPD
                 Harian pada suatu periode.  Persentase RPD Harian dengan Scheduled Payment Date yang akurat
                 adalah selisih antara akurasi maksimal (100%) dengan rata-rata tingkat deviasi seluruh tagihan pada
                 periode tertentu dengan memperhitungkan tingkat dispensasi sebagai faktor pengurang.


                    Akurasi Perencanaan Kas Kanwil DJPb merupakan rata-rata akurasi perencanaan kas KPPN di

                 wilayah kerjanya. Perencanaan Kas (Renkas) KPPN yang diperoleh dari RPD harian tingkat Satker
                 serta pemutakhirannya yang disampaikan kepada Kepala KPPN oleh KPA secara otomatis melalui
                 aplikasi SAKTI menggunakan fitur Scheduled Payment Date.

                    Perencanaan Kas KPPN dinyatakan akurat apabila deviasi tagihan atas RPD Harian satker berada
                 dalam  batas  kewajaran  sebagaimana  ditentukan  dalam  target  IKU.  Deviasi  yang  diperhitungkan
                 adalah deviasi unit tagihan dan deviasi nilai tagihan yang masing-masing mempunyai bobot yang
                 ditentukan.  Pemberian  dispensasi  RPD,  baik  nilai  maupun  waktu,  tetap  diperhitungkan  dalam
                 formulasi akurasi RPD Harian dengan menggunakan rasio pemberian dispensasi terhadap total RPD
                 Harian pada suatu periode.

                    Persentase  RPD  Harian  dengan  Scheduled  Payment  Date  yang  akurat  adalah  selisih  antara
                 akurasi maksimal (100%) dengan rata-rata tingkat deviasi seluruh tagihan pada periode tertentu
                 dengan memperhitungkan tingkat dispensasi sebagai faktor pengurang.

            9.  Indeks Kualitas Laporan Government Finance Statistic (GFS) Tingkat Wilayah
                    Government  Finance  Statistic  (GFS)  telah  menjadi  salah  satu  milestones  dalam  reformasi

                 manajemen keuangan. Dalam rangka meningkatkan kualitas informasi keuangan pemerintah, UU
                 Nomor  1  tahun  2004  mengamanatkan  agar  laporan  keuangan  pemerintah  dapat  menghasilkan
                 statistik keuangan yang mengacu kepada manual Statistik Keuangan Pemerintah sehingga dapat
                 memenuhi kebutuhan analisis kebijakan dan kondisi fiskal, pengelolaan dan analisis perbandingan
                 antar negara.

                    Berdasarkan  Peraturan  Direktur  Jenderal  Perbendaharaan  Nomor  41/PB/2013,  Kanwil  DJPb
                 mengkonsolidasikan seluruh data LKPD dalam wilayah kerjanya untuk selanjutnya dikonsolidasikan
                 dengan  data  LKPP  tingkat  wilayah.  Laporan  Keuangan  Konsolidasi  Pemerintah  Pusat  dan
                 Pemerintah  Daerah  Tingkat  Wilayah  selanjutnya  diproses  untuk  menghasilkan  Laporan  Statistik
                 Keuangan Pemerintah Tingkat Wilayah (GFS Tingkat Wilayah).

                    Laporan  Statistik  Keuangan  Pemerintah  Tingkat  Wilayah  ini  selanjutnya  secara  periodik
                 (triwulanan,  semesteran  dan  tahunan)  disampaikan  kepada  Kantor  Pusat  Direktorat  Jenderal
                 Perbendaharaan  c.q  Direktorat  Akuntansi  dan  Pelaporan  Keuangan  (Dit.  APK)  untuk  dilakukan
                 penilaian dengan rentang nilai 0-100. Nilai yang diperoleh kemudian dilakukan indeksasi.





            PASTI BISA
            Prima, Antusias, Tanpa Biaya, Inovatif, Bijak, Santun                                         19
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35