Page 504 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 504
Dari data survei di atas (Gambar 4) menurut Azzam Mujahid Izzulhaq (2020)
dalam www.malangtimes.com, menyimpulkan bahwa umat Islam yang selalu
melaksanakan salat 5 waktu baik sendirian atau pun berjamaah baru mencapai
38,9% atau 4 dari 10 orang saja. Sisanya masih “sering” dan “kadang-kadang” saja
salat 5 waktunya atau 6 dari 10 orang masih bolong-bolong salatnya.
Selain itu, Azzam juga membagikan data salat umat muslim yang ditinjau dari
sisi usia/pembagian generasi. Hasilnya menunjukkan semakin dewasa usianya,
maka cenderung semakin tertib dalam melaksanakan salat 5 waktu, baik sendirian
maupun secara berjamaah. Namun, kondisi ini berlawanan dengan generasi yang
lebih muda, khususnya Gen Z dan Younger Millenial, semakin muda maka semakin
“bolong-bolong” salatnya.
Data-data ini jelas menunjukkan adanya hubungan erat antara gaya hidup
modern, pengaruh teknologi, kondisi sosial-ekonomi, dan kualitas kesehatan
mental serta fisik masyarakat Muslim perkotaan. Ini bukan sekadar masalah
pribadi, tetapi krisis spritual dan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama.
Salat, selain sebagai ibadah, berpotensi menjadi solusi spiritual dan kesehatan yang
mampu menghadirkan ketenangan jiwa, keseimbangan hidup, serta kekuatan
menghadapi tantangan modern.
Dengan memahami hubungan ini, peneliti dihadapkan pada panggilan
penting: mengembalikan kesadaran akan salat sebagai pilar spiritual sekaligus
terapi kesehatan, demi membentuk masyarakat Muslim perkotaan yang sehat secara
fisik, mental, dan spiritual.
b. Peneliti
Sebagai guru agama dan peneliti, mengamati perubahan pola hidup umat
Muslim di perkotaan akibat pesatnya perkembangan teknologi. Banyak individu
lebih terikat pada gawai dan pekerjaan sehingga mengabaikan salat dengan
khusyuk, yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Kebiasaan salat kini
sering dilakukan sekadar formalitas, bahkan di sela kesibukan seperti macet di
jalan.
Data survei dan laporan kesehatan menunjukkan meningkatnya gangguan
mental dan fisik, sementara kedisiplinan salat menurun, khususnya di kalangan
34

