Page 506 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 506
Dengan menyadari keterbatasan tersebut, peneliti berharap hasil penelitian ini
tetap dapat memberikan gambaran yang signifikan dan menjadi bahan
pertimbangan bagi pengembangan kajian lebih lanjut mengenai hubungan antara
praktik salat dan kesehatan jasmani serta rohani masyarakat Muslim di era modern.
2. Makna dan Nilai-Nilai Salat Kajian literatur Islam Klasik dan
Kontemporer
Secara etimologis, shalat berarti doa. Adapun dalam pengertian terminologis,
shalat adalah bentuk ibadah yang dilaksanakan dengan memenuhi sejumlah syarat,
dimulai dengan takbīratul ihrām dan diakhiri dengan salam (Pamungkas et al.
2015).
Shalat disebut sebagai doa karena inti dari setiap bacaan dalam shalat
mengandung permohonan dan doa kepada Allah. Setiap lafaz dalam shalat
merupakan ekspresi penghormatan dan pengagungan seorang hamba kepada Sang
Pencipta (Pamungkas et al., 2015). Oleh sebab itu, shalat menjadi bentuk ibadah
yang menjalin hubungan langsung antara manusia dan Tuhannya, yang tidak boleh
ditinggalkan selama nyawa masih berada dalam raga. Shalat mencerminkan
kepatuhan total kepada Allah, karena melalui shalat seorang hamba berupaya
mendekatkan diri kepada-Nya dengan penuh rasa tunduk, ketaatan, dan hanya
mengharap keridaan Allah SWT.
Salat merupakan ibadah yang pertama dan utama bagi setiap muslim, ibadah
ini merupakan bagian integral yang tidak bisa dilepaskan dari seorang muslim
sebagai identitas pembeda antara orang yang beriman dan yang tidak beriman, serta
menjadi barometer baik serta buruknya seorang hamba dihadapan Alloh SWT.
sebagai mana hadits Rasulullah saw. Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu,
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Yang pertama kali akan dihisab dari seseorang pada hari kiamat adalah
shalatnya”.
Jika shalatnya baik, maka akan baik pula seluruh amalnya. Jika shalatnya
rusak, maka akan rusak pula seluruh amal perbuatannya".
36

