Page 511 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 511
Lebih lanjut Muhammad Mahmud Abd Al Qadir berkesimpulan bahwa segala
bentuk gejala emosi seperti bahagia, rasa dendam, rasa marah, takut, berani,
pengecut yang ada dalam diri manusia adalah akibat dari pengaruh persenyawaan-
persenyawaan kimia hormone di samping persenyawaan lainnya.
Jika seseorang berada dalam keadaan normal, seimbang hormone dan
kimiawinya, makai ia akan selalu berada dalam keadaan aman. Perubahan yang
terjadi dalam kejiwaan itu disebut oleh Abd Al Qodir sebagai spectrum hidup.
Penemuan Muammad Mahmud Abd Al Qadir seorang ulama dan ahli bio kimia, ini
setidaknya memberikan bukti adanya hubungan antara keyakinan agama (solat)
dengan kesehatan jiwa
5. Relevansi Dimensi Spritual Salat dalam Upaya Peningkatan Fisik dan
Mental
Menjalankan ibadah salat bagi masyarakat muslim perkotaan memiliki
problem tersendiri, umumnya terkait dengan aktivitas yang padat, kesibukan
pekerjaan yang menyebabkan sulitnya menjalankan solat tepat waktu. Ditambah
dengan tempat ibadah yang terbatas terutama di area perkantoran atau pusat-pusat
keramaian. Kemacetan lalu lintas yang menghambat untuk perjalanan ke masjid
atau mushola, kadang ketika azan ashar, magrib dan isya masih di kendaraan atau
masih harus menyelesaikan pekerjaan. Selain itu kebisingan dan hiruk pikuknya
kota menimbulkan permaslahan tersendiri terkait dengan masalah kehusyuan dalam
solat. Kondisi seperti itu menjadi hambatan besar terutama bagi umat muslim yang
memiliki tingkat keimanan yang rendah. Sehingga Melaksanakan solat hanya
sekedar gugur kewajiban saja atau menjalankan salat kalau sempat. Hal ini
sebagaimana digambarkan dalam Al Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 45:
“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”.
Secara sederhana Thalib, membagi khusuk dalam salat menjadi dua bagian,
yaitu: (1) khusuk lahiriah, yakni melakukan gerak gerik solat dan ucapannya sesuai
dengan tuntunan dan ajaran Rasulullah Saw. (2) khusuk batiniah, yakni melakukan
salat dengan hati penuh rasa harap, cemas, takut, merasa diawasi, dan suasana
mendukukung terciptanya pelaksanaan lahir batin dalam melakukan salat khusuk.
41

