Page 513 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 513

utama dalam sholat adalah sujud, yang melibatkan posisi kepala lebih rendah

                        dari  tubuh  (Muh. Alfian  Zidni  Nuron A’la,  2017).  Posisi  ini  memperbaiki
                        aliran darah ke otak, memberikan oksigenasi yang lebih baik dan berpotensi

                        meningkatkan fungsi otak. sujud juga memberikan manfaat bagi kesehatan

                        tulang  belakang,  karena  memberikan  tekanan  yang  merangsang  peredaran
                        darah  di  daerah  leher  dan  punggung.  Secara  keseluruhan,  sujud  dapat

                        membantu mengurangi rasa sakit atau ketegangan terutama yang berkaitan
                        dengan sarap ke otak.

                  3.    Rehabilitatif (penyembuhan)

                        Adapun dilihat dari aspek spiritual salat sangat baik penyembuhan karena
                        memberikan ketenangan batin melalui koneksi dengan Tuhan, mengurangi

                        stres dan kecemasan, serta melatih kontrol diri dan fokus. Praktik shalat yang
                        teratur juga dapat meningkatkan rasa syukur, memberikan makna terhadap

                        tantangan  hidup,  dan  memupuk  kedamaian  jiwa,  yang  semuanya
                        berkontribusi pada kesejahteraan psikologis yang menyeluruh.

                        Dalam kaitannya dengan relevansi dimensi spiritual solat dengan kesehatan

                  mental, terletak pada sikap penyerahan diri seseorang terhadap Allah Swt. sikap
                  pasrah ini diduga akan memberi sikap optimis pada diri seseorang sehingga muncul

                  perasaan positif. Pada saat suasani hati memiliki perasaan positif maka manusia
                  berada  dalam  kondisi  normal.  Yang  oleh  Muhammad  Mahmud Abd Al  Qodir,

                  berada dalam keseimbangan persenyawaan kimia dan hormone tubuh. Dengan kata

                  lain, kondisi demikian menjadi manusia pada kondisi  kodratnya, sesuah dengan
                  fitrah kejaidiannya, sehat jasmani dan rohani. Hal ini sesuai dengan   hadis sahih

                  riwayat Bukhari dan Muslim.
                        “Ketahuilah,  sesungguhnya  di  dalam  tubuh  manusia  terdapat  segumpal

                  daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Jika ia rusak, maka rusaklah

                  seluruh tubuhnya. Ketahuilah (segumpal daging) itu adalah hati”.
                        Hadis ini menjelaskan bahwa hati (qalb) adalah pusat dari segala kebaikan

                  dan keburukan dalam diri seseorang; baik buruknya hati akan menentukan baik
                  buruknya seluruh perbuatan dan perilaku manusia. Ketenangan hati menjadi factor

                  utama dalam kesehatan mental dan ini dapat dirasakan oleh umat muslim ketika



                                                                                               43
   508   509   510   511   512   513   514   515   516   517   518