Page 508 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 508
intensitas tinggi perminggu. Ini berarti sekitar 30-60 menit menit perhari untuk
intensitas sedang. (https://ayosehat.kemenkes.go.id. 2025) maka standar minimal
durasi waktu olah raga perhari untuk menjaga kesehatan tubuh sudah terpenuhi
dalam gerakan solat.
Apabila diperhatikan tentang gerakan solat itu persisi seperti orang yang
sedang senam, takbirotul ihram, ruku, bangkit dari ruku, sujud, I’tidal dan tahiyat
ahir semua rangkaian kegiatan tersebut selain memperkuat hubungan dengan Alloh
juga memperkuat kesehatan diri. Gerakan rukuk dan i'tidal dalam sholat berperan
penting dalam meningkatkan fleksibilitas tubuh. Rukuk, yang melibatkan posisi
tubuh membungkuk dengan punggung rata, membantu mengurangi ketegangan
pada punggung, leher, dan bahu, yang dapat mengurangi risiko cedera pada area-
area tubuh tersebut. Sementara itu, i'tidal, yang melibatkan posisi berdiri tegak
setelah rukuk, memberi kesempatan bagi tubuh untuk meregang dan memperbaiki
postur tubuh (Nur, 2023).
Dalam perspektif medis, sholat dapat dianggap sebagai latihan fisik ringan
yang terstruktur. Gerakan-gerakan sholat yang dilakukan secara teratur dapat
meningkatkan kekuatan otot tubuh, memperbaiki kelenturan tubuh, dan
memperlancar peredaran darah (Janeananto Sanjaya et al. 2021).
Dalam rangkaian ibadah solat, ada gerakan yang menjadi puncak dari
penghambaan diri seorang muslim kepada Allah Swt. yaitu pada saat sujud. Allah
Swt. menjanjikan kepada hambanya yang melakukan sujud akan mendapatkan
keberuntungan. Sebagaimana firman-Nya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah
Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung.” (Al Hajj 77).
Ayat ini memberikan suatu isyarat bahwa ketika kita melakukan salat dan
bersujud menyembah Allah Swt. ada manfaat besar bagi yang menjalankannya
diantarnya adalah kesehatan syaraf otak. Pada keadaan sujud itu, posisi kepala lebih
rendah dari tubuh, posisi ini memperbaiki aliran darah ke otak, memberikan oksigen
yang lebih baik dan berpotensi meningkatkan fungsi otak.
38

