Page 541 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 541
B. Pembahasan
1. Penerapan Media Pembelajaran Storyscan Dalam Pembelajaran Sejarah
Penerapan media pembelajaran StoryScan Card dalam pembelajaran sejarah
memberikan nuansa baru yang lebih interaktif dibanding metode konvensional.
Media ini memanfaatkan kartu berisi potongan cerita atau fakta sejarah yang
dirancang untuk memicu diskusi, kerja sama, dan pemahaman siswa secara
kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa lebih mudah
memahami materi karena pembelajaran tidak hanya berbasis hafalan, tetapi melalui
alur cerita yang dekat dengan kehidupan mereka. Hal ini sejalan dengan pendapat
Arsyad (2019) bahwa media interaktif mampu menumbuhkan keterlibatan aktif
siswa dan memperkuat pemahaman konsep melalui pengalaman belajar langsung.
Dari sisi efektivitas, data deskriptif menunjukkan mayoritas responden
memberikan penilaian tinggi (skor 4 dan 5) terhadap penggunaan StoryScan Card.
Siswa menilai media ini bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman, motivasi,
dan daya tarik pembelajaran sejarah. Hasil ini konsisten dengan penelitian Prastowo
(2021) yang menekankan bahwa media berbasis kartu dapat meningkatkan atensi
sekaligus memperluas pengalaman belajar siswa. Demikian pula, temuan Susanto
dan Lestari (2022) menunjukkan bahwa media kreatif mampu meningkatkan
motivasi belajar dan kepuasan siswa, yang tercermin pula dalam dominasi jawaban
positif pada butir-butir kuesioner penelitian ini. Dengan demikian, StoryScan dapat
dipandang sebagai media yang efektif dan relevan dalam mengatasi kecenderungan
pembelajaran sejarah yang dianggap membosankan.
Namun demikian, efektivitas media ini juga dihadapkan pada sejumlah
tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan waktu pembelajaran di kelas, karena
penggunaan StoryScan memerlukan alokasi waktu tambahan untuk penjelasan
aturan dan fasilitasi diskusi kelompok. Hal ini sejalan dengan temuan Sanjaya
(2020) bahwa media inovatif menuntut pengelolaan waktu lebih baik agar tidak
mengurangi capaian kurikulum. Selain itu, kesiapan guru dalam mendesain konten
kartu sangat menentukan keberhasilan penerapan media, sebagaimana ditekankan
oleh Prastowo (2021) bahwa kreativitas guru menjadi faktor kunci dalam efektivitas
media. Variasi gaya belajar siswa juga perlu diperhatikan, karena tidak semua siswa
17

