Page 542 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 542
merespons media berbasis kartu dengan antusias, sesuai pendapat Arsyad (2019)
bahwa karakteristik siswa memengaruhi tingkat penerimaan terhadap media
pembelajaran. Dengan demikian, meskipun StoryScan Card terbukti efektif,
keberhasilan penerapannya tetap membutuhkan dukungan perencanaan yang
matang, keterampilan guru, serta kombinasi dengan strategi pembelajaran lain.
2. Penggunaan Storyscan Terhadap Minat Belajar Sejarah Peserta Didik.
Penggunaan media StoryScan Card terbukti memberikan pengaruh positif
terhadap minat belajar sejarah peserta didik. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa
sebagian besar siswa memberikan respon tinggi (skor 4 dan 5) pada aspek relevansi,
manfaat, serta daya tarik media. Hal ini menunjukkan bahwa StoryScan mampu
mengubah pembelajaran sejarah yang selama ini dianggap monoton menjadi lebih
menyenangkan dan bermakna. Temuan ini selaras dengan penelitian Rahmawati
(2021) yang menegaskan bahwa media pembelajaran berbasis visual interaktif
mampu menumbuhkan minat belajar karena menyajikan materi dengan cara yang
lebih menarik.
Lebih lanjut, aspek minat belajar tidak hanya tercermin dari antusiasme siswa
dalam menjawab kuesioner, tetapi juga dari keterlibatan aktif mereka selama proses
pembelajaran berlangsung. Siswa terlihat lebih termotivasi dalam mengikuti alur
cerita sejarah melalui kartu yang disediakan, serta terdorong untuk mendiskusikan
isi materi bersama teman sekelompok. Hal ini konsisten dengan pendapat Sutrisno
dan Nuryadin (2020) bahwa penggunaan media inovatif dapat meningkatkan
partisipasi siswa dan menumbuhkan rasa ingin tahu, yang merupakan indikator
penting dari minat belajar.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa StoryScan Card memiliki
pengaruh signifikan dalam meningkatkan minat belajar sejarah peserta didik. Media
ini tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman
belajar yang menyenangkan, sesuai dengan teori Hamalik (2019) bahwa minat
belajar peserta didik dapat tumbuh apabila pembelajaran dikemas secara interaktif,
relevan, dan memberi kesempatan siswa untuk aktif terlibat. Hal ini memperkuat
posisi StoryScan sebagai media kreatif yang dapat digunakan guru dalam
meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam pembelajaran sejarah.
18

