Page 26 - MODUL GP MATEMATIKA SMA - E
P. 26
Kegiatan Pembelajaran 1
Kini akan kita melanjutkan dengan membahas model-model pembelajaran yang
dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika. Dengan mengenal dan dapat
menerapkan suatu model pembelajaran di kelas, kita dapat pula melakukan
kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau menulis Karya Ilmiah yang lain.
Berikut ini akan dibahas tentang model-model pembelajaran yang disarankan
dalam Kurikulum 2013 untuk dilaksanakan.
a. Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Model pembelajaran berbasis masalah (PBM), dianjurkan untuk diterapkan para
guru yang melaksanakan Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 menganut
pandangan dasar bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari
guru ke peserta didik. Peserta didik adalah subjek yang memiliki kemampuan
untuk secara aktif mencari, mengolah, mengkonstruksi, dan menggunakan
pengetahuan. Di dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based
Learning), peserta didik sebagai pusat pembelajaran atau student-centered,
sementara guru berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi peserta didik
untuk secara aktif menyelesaikan masalah dan membangun pengetahuannya
secara berpasangan ataupun berkelompok (kolaborasi antar peserta didik).
Model Pembelajaran Berbasis Masalah, mula-mula dikembangkan pada sekolah
kedokteran di Ontario Kanada pada 1960-an. Model ini dikembangkan sebagai
respon atas fakta bahwa para dokter muda yang baru lulus dari sekolah
kedokteran itu memiliki pengetahuan yang sangat kaya, tetapi kurang memiliki
keterampilan memadai untuk memanfaatkan pengetahuan tersebut dalam
praktik sehari-hari. Perkembangan selanjutnya, PBM secara lebih luas diterapkan
di berbagai mata pelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi.
PBM adalah model pembelajaran yang dilakukan untuk memecahkan
permasalahan yang diangkat oleh guru dan peserta didik. Model pembelajaran ini
membahas dan memecahkan masalah autentik. Dengan pembelajaran berbasis
masalah (kata “model” sering tidak ditulis) peserta didik didorong untuk dapat
menyusun pengetahuan sendiri, menumbuhkan keterampilan yang lebih tinggi,
melatih kemandirian peserta didik, dan dapat meningkatkan kepercayaan diri
peserta didik. Masalah autentik diartikan sebagai masalah kehidupan nyata yang
ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
6

