Page 40 - MODUL GP MATEMATIKA SMA - E
P. 40
Kegiatan Pembelajaran 1
8) Ketua kelompok harus dapat menetapkan bahwa setiap anggota telah
memahami, dan dapat mengerjakan soal cerita yang diberikan guru.
9) Guru meminta kepada perwakilan kelompok tertentu untuk menyajikan
temu-annya di depan kelas.
10) Guru bertindak sebagai nara sumber atau fasilitator jika diperlukan.
11) Guru memberikan tugas/PR soal cerita secara individual kepada para
peserta didik tentang materi pokok yang sedang dipelajari.
12) Guru bisa membubarkan kelompok yang dibentuk dan para peserta didik
kembali ke tempat duduknya masing-masing.
13) Menjelang akhir waktu pembelajaran, guru dapat mengulang secara klasikal
tentang strategi pemecahan soal cerita.
14) Guru dapat memberikan tes formatif, sesuai dengan TPK/kompetensi yang
ditentukan.
g. Model Pembelajaran Ekspositori
Karso (1993), menyatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian (di Amerika
Serikat), model pembelajaran ekspositori merupakan model pembelajaran yang
paling banyak diterapkan guru. Model pembelajaran ekspositori ini dipandang
paling efektif dan efisien untuk mengajarkan matematika.
Model pembelajaran ekspositori adalah model pembelajaran yang cara
penyampaian pelajaran dari seorang guru kepada peserta didik di dalam kelas
dilakukan dengan sintaks sebagai berikut.
1) Dimulai dengan guru membuka pelajaran di awal kegiatan.
2) Guru menjelaskan materi dan memberikan contoh soal disertai tanya-jawab
saat menjelaskannya.
3) Peserta didik tidak hanya mendengar tapi juga mencatat.
4) Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya dan guru
dapat mengulangi penjelasannya.
5) Guru meminta peserta didik menyelesaikan soal latihan dan peserta didik
dapat bertanya kalau belum mengerti cara menyelesaikannya.
6) Guru berkeliling memeriksa peserta didik bekerja dan bisa membantu peserta
didik secara individual atau secara klasikal.
7) Guru meminta beberapa peserta didik untuk mengerjakannya di papan tulis.
26

