Page 36 - MODUL GP MATEMATIKA SMA - E
P. 36
Kegiatan Pembelajaran 1
3) Guru menyiapkan materi bahan ajar yang harus dikerjakan kelompok.
Bila terpaksa, guru dapat memanfaatkan LKS yang dimiliki para peserta
didik.
4) Guru menjelaskan materi baru secara singkat.
5) Guru membentuk kelompok-kelompok kecil dengan anggota anggota 4 –
5 peserta didik pada setiap kelompoknya. Kelompok dibuat heterogen
tingkat kepandaiannya dengan mempertimbangkan keharmonisan kerja
kelompok.
6) Guru menugasi kelompok dengan bahan yang sudah disiapkan. Dalam
hal ini, jika guru belum siap, guru dapat memanfaatkan LKS peserta
didik. Dengan buku paket dan LKS, melalui kerja kelompok, peserta
didik mengisi isian LKS.
7) Ketua kelompok, melaporkan keberhasilan kelompoknya atau melapor
kepada guru tentang hambatan yang dialami anggota kelompoknya. Jika
diperlukan, guru dapat memberikan bantuan secara individual.
8) Ketua kelompok harus dapat menetapkan bahwa setiap anggota telah
memahami materi bahan ajar yang diberikan guru.
9) Menjelang akhir waktu, guru memberikan latihan pendalaman secara
klasikal dengan menekankan strategi pemecahan masalah.
10) Guru dapat memberikan tes formatif, sesuai dengan kompetensi yang
ditentukan.
e. Model Pembelajaran Jigsaw
Model pembelajaran Jigsaw termasuk salah satu tipe model pembelajaran
Cooperative Learning yang dikembangkan oleh Robert R. Slavin (1995).
Sintaks (urutan langkah) model pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw
adalah sebagai berikut.
1) Para peserta didik dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen (4
sampai 5 peserta didik) yang disebut kelompok asal. Setiap kelompok diberi
materi/tugas/soal-soal tertentu untuk dipelajari/dikerjakan.
22

