Page 57 - Modul Penelitian Pendidikan Matematika
P. 57

50



                   B. Perbedaan Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

                       Analisis data kualitatif dan kuantitatif memiliki perbedaan mendasar dalam tujuan,

                   jenis data, dan teknik analisis yang digunakan. Berikut penjelasannya.
                   1.  Analisis data kualitatif: Bertujuan untuk memahami makna mendalam dari

                       fenomena, membangun teori, dan menemukan pola-pola yang muncul dalam data.
                       Data yang digunakan bersifat deskriptif dan kaya akan konteks. Teknik analisis

                       yang umum digunakan adalah analisis konten, grounded theory, dan

                       fenomenologi.
                   2.  Analisis data kuantitatif: Bertujuan untuk menguji hipotesis, menggeneralisasi

                       hasil penelitian, dan mencari hubungan antara variabel. Data yang digunakan

                       bersifat numerik. Teknik analisis yang umum digunakan adalah statistik
                       deskriptif, uji t, ANOVA, dan regresi.

                   Prosedur analisis data kualitatif dijelaskan pada tahapan berikut.
                   1.  Transkripsi: Mengubah data rekaman (wawancara, observasi) menjadi teks

                       tertulis.
                   2.  Pengkodean: Mengidentifikasi kata kunci, frase, atau tema yang muncul dalam

                       teks.

                   3.  Kategori: Mengelompokkan kode-kode yang serupa menjadi kategori.
                   4.  Membuat tema: Mengidentifikasi tema-tema besar yang muncul dari kategori-

                       kategori tersebut.
                   5.  Verifikasi: Membandingkan hasil analisis dengan data asli untuk memastikan

                       keabsahan temuan.
                       Contoh kasus teknik analisis data kualitatif dalam penelitian pendidikan

                   matematika:

                   Seorang peneliti ingin mengetahui kesulitan siswa dalam memahami konsep pecahan.
                   Peneliti melakukan wawancara mendalam dengan beberapa siswa. Data hasil

                   wawancara kemudian ditranskrip, dikode, dan dikelompokkan menjadi beberapa

                   kategori, seperti kesulitan dalam representasi pecahan, kesulitan dalam operasi
                   pecahan, dan kesulitan dalam penerapan konsep pecahan dalam masalah sehari-hari.

                   Dari analisis ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar siswa
                   mengalami kesulitan dalam memahami konsep pecahan karena kurangnya

                   pengalaman konkret dengan pecahan.
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62