Page 23 - BUKU SAKU KESPRO
P. 23

Pada masa menopause ketidakteraturan siklus haid tanda


                       paling umum adalah fluktuasi dalam siklus haid, kadang kala

                       haid muncul tepat waktu tetapi tidak pada siklus berikutnya.


                       Ketidakteraturan  ini  sering  disertai  dengan  jumlah  darah

                       sangat banyak, tidak seperti volume darah haid yang normal

                       dan mengakibatkan terjadi perubahan fisik (Ibrahim, 2002).


                              Pada wanita yang mengalami menopause perubahan yang

                       sangat  mudah  di  ketahui  adalah  perubahan  fisik  yang


                       disebabkan  oleh  keseimbangan  hormonal  ketika  wanita

                       meengalami  menopause  meliputi  gelora  panas  (hot  flashes),


                       berkeringat pada malam hari, kekeringan pada daerah vagina,

                       terjadi       perubahan          dikulit,      hilangnya         masa        tulang

                       (osteoporosis),  perubahan  pada  payudara  dan  meningkatnya


                       kerentanan emosional. Serta terjadinya kenaikan berat badan


                       ( Rita, 1994).

                              Kondisi  fisik  yang  menyertai  wanita  menopause  antara

                       lain  menipisnya  otot  vagina,  berkurangnya  cairan  vagina,


                       menurunnya             elastisitas       vagina,        dan       berkurangnya

                       keasamannya. Serta gejala psikis juga menyertai pada wanita


                       menopause  diantaranya  mendapatkan  rasa  panas  dalam

                       tubuhnya, perasaan mudah cemas, dan mudah berkeringat dan


                       wanita  yang  mengalami  menopause  mempunyai  kelebihan

                       yang  dirasakan  yaitu  dengan  wanita  mengalami  menopause

                       berarti kondisi tubuh menjadi bersih dan kemampuan untuk


                       menjalankan ibadah agama dengan penuh serta ketenangan (

                       Dwia, 1999).



                                                                                                          21
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28