Page 139 - Kelas_12_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 139

manajemen usaha   tani, dimulai  dari  Panca  Usaha  Tani, Bimas, Operasi

                     Khusus  da  Intensiikasi  Khusus ya  terbukti  mam  meningkatka
                     produksi  pangan, terutama  beras. Saat  itu, budi  daya  padi  di  Indonesia
                     adalah yang terbaik di Asia. Pemerintah memfasilitasi ketersediaan benih
                     unggul, pupuk, pestisida  melalui  subsidi  yang terkontrol  dengan baik.
                     Pabrik pupuk yang dibangun antara   lain adalah Petro Kimia  Gresik di
                     Gresik, Pupuk Sriwijaya di Palembang, dan Asean Aceh Fertilizer di Aceh.
                     Jaringan irigasi teknis dibangun di berbagai daerah dan program pembibitan
                     ditingkatkan. Di dalam Pelita I Pertanian dan Irigasi dimasukkan sebagai
                     satu bab tersendiri dalam rincian rencana bidang-bidang. Di dalam rincian
                     penjelasan dijelaskan bahwa tujuannya adalah untuk peningkatan produksi
                     pangan terutama beras.
                     Koperasi di pedesaan terus dipacu untuk meningkatkan produktivitasnya.
                     Kebijakan terus  mengalir guna  menopang kegiatan di  daerah pedesaan.
                     BUUD yang semula hanya dilibatkan dalam program Bimbingan Massal
                     (Bimas   sektor pertanian pangan), kemudian ditingkatkan menjadi
                     Koperasi  Unit  Desa  (KUD) dengan tugas     serta  peranan yang terus
                     dikembangkan. Instruksi  Presiden (Inpres) No. 4 Tahun 1973 tentang
                     Unit Desa dikeluarkan 5 Mei 1973, menjadi tonggak yuridis keberadaan
                     KUD. Kebijakan tersebut   dilanjutkan dengan Instruksi  Presiden No. 4
                     Tahun 1973, yang membentuk Wilayah Unit Desa (Wilud), pada akhirnya
                     menjadi Koperasi Unit Desa (KUD). Dari sinilah lahir Penyuluh Pertanian
                     Lapangan (PPL) yang berada di bawah Departemen Pertanian.

                     Para  PPL  memperkenalkan dan menyebarluaskan teknologi      pertanian
                     kepada para petani melalui kegiatan penyuluhan. Pemerintah menempatkan
                     para  penyuluh pertanian di  tingkat  desa  dan kelompok petani. Selain
                     program  penyuluhan, kelompencapir (kelompok pendengar, pembaca,
                     pemirsa), juga  menjadi  salah satu program   pembangunan pertanian
                     Orde  Baru yang khas. Kelompencapir merupakan wadah temu wicara
                     langsung antara  petani, nelayan, dan peternak dengan sesama    petani,
                     penyuluh, menteri atau bahkan dengan Presiden Soeharto. Kelompencapir
                     juga  menyelenggarakan kompetisi  cerdas  cermat  pertanian yang diikuti
                     oleh para  petani  berprestasi  dari  berbagai  daerah sampai  tingkat  pusat.
                     Kelompencapir merupakan program Orde Baru di bidang pertanian yang
                     dijalankan oleh Departemen Penerangan. Kelompencapir diresmikan pada
                     18 Juni 1984, dengan keputusan Menteri Penerangan Republik Indonesia
                     No.110/Kep/Menpen/1984.








                                                                        Sejarah Indonesia
                                                                                            131
   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144