Page 140 - Kelas_12_SMA_Sejarah_Indonesia_Semester_1_Siswa_2016
P. 140

b)   Pendidikan

                  Pada  masa  kepemimpinan    Soeharto pembangunan
                  pendidikan   mengalami    kemajuan    yang   sangat
                  penting. Ada tiga hal yang patut dicatat dalam bidang
                  pendidikan masa   Orde  Baru adalah pembangunan
                  Sekolah Dasar Inpres   (SD  Inpres), program  wajib
                  belajar dan pembentukan     kelompok belajar atau
                  kejar. Semuanya   itu bertujuan untuk memperluas
                  kesempatan belajar, terutama  di  pedesaan dan bagi
                  daerah perkotaan yang penduduknya    berpenghasilan
                  rendah.
                                                                       Sumber: Yayasan Lalita,
                  Pada 1973, Soeharto mengeluarkan Inpres No. 10/1973  1979
                  tentang Program Bantuan Pembangunan Gedung SD.  Gambar 4.7
                  Pelaksanaan tahap pertama program SD Inpres adalah  Presiden Soeharto
                  pembangunan 6.000 gedung SD yang masing-masing       saat mengunjungi
                                                                       kelas di salah satu
                  memiliki  tiga  ruang kelas. Dana  pembangunan SD
                                                                       SD Inpres
                  Inpres  tersebut  berasal  dari  hasil  penjualan minyak
                  bumi  yang harganya    naik sekitar 300 persen dari
                  sebelumnya.
                  Pada  tahun-tahun awal  pelaksanaan program  pembangunan SD     Inpres,
                  hampir setiap tahun, ribuan gedung sekolah dibangun. Sebelum program
                  Rencana  Pembangunan Lima     Tahun (Repelita) dilaksanakan,    jumlah
                  gedung SD yang tercatat pada tahun 1968 sebanyak 60.023 unit dan gedung
                  SMP 5.897 unit. Pada awal Pelita VI, jumlah itu telah meningkat menjadi
                  sekitar 150.000 gedung SD    dan 20.000 gedung SMP. Pembangunan
                  paling besar terjadi  pada  periode  1982/1983 ketika  22.600 gedung SD
                  baru dibuat. Hingga periode 1993/1994 tercatat hampir 150.000 unit SD
                  Inpres telah dibangun.
                  Peningkatan jumlah sekolah dasar diikuti  pula  oleh peningkatan jumlah
                  guru. Jumlah guru SD   yang sebelumnya  berjumlah sekitar ratusan ribu,
                  pada  awal  tahun 1994 menjadi  lebih dari  satu juta  guru. Satu juta  lebih
                  guru ditempatkan di  sekolah-sekolah inpres  tersebut. Lonjakan jumlah
                  guru dari puluhan ribu menjadi ratusan ribu juga terjadi pada guru SMP.
                  Total dana yang dikeluarkan untuk program ini hingga akhir Pembangunan
                  Jangka Panjang (PJP) I mencapai hampir Rp 6,5 triliun.

                  Program   wajib belajar pada  era  Soeharto mulai   dilaksanakan pada
                  2 Mei  1984, di  akhir Pelita  (Pembangunan Lima    Tahun) III. Dalam
                  sambutan peresmian wajib belajar saat itu, Soeharto menyatakan bahwa





              132  Kelas XII SMA/MA
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145