Page 141 - EBOOK_Dasar - Dasar Pakan Ternak 2
P. 141

pada kondisi asam seperti Clotsridia dan Baciili yang hidup sebagai
                                    spora  organik  tidak  aktif  pada  kondisi  ini.  Semakin  menurunnya

                                    kadar  pH  akan  merangsang  pertumbuhan  dan  perkembangan
                                    bakteri  anaerob  lainnya  yang  memproduksi  asam  laktat.  Jika  pada

                                    proses  fermentasi  ini  berhasil  mengembangkan  atau  bakteri  asam

                                    laktat telah organik tumbuh/hidup, berarti dapat menurunkan asam
                                    lainnya.  Pencapaian  akhir  kadar  pH  tergantung  dari  jenis  bahan

                                    baku  yang  diawetkan,  dan  kondisi  saat  dimasukan  dalam  silo.

                                    Hijauan pada umumnya akan mencapai kadar pH 4,0-4,5. Kadar pH
                                    saja tidak dapat mengindikasi baik atau buruknya proses fermentasi.

                                    Hijauan  yang  mengandung  kadar  air  di  atas  70%  akan  mengalami

                                    proses  berlainan,  dimana  bakteri  penghasil  asam  laktat  tidak
                                    tumbuh dan berkembang dengan baik. Bakteri anaerob (Clotstrida)

                                    ini akan memproduksi asam butirat (butyric acid) bukan asam laktat

                                    (lactic  acid),  yang  akan  menyebabkan  bahan  organik  terasa  asam.
                                    Hal ini terjadi karena pH dalam bahan masih di atas 5.0.


                                g)  Phase IV (tahap kerugian aerobic)
                                    Proses  ini  dimulai  setelah  bahan  organik  hasil  fermentasi  terkena

                                    udara. Selama bahan organik dikeluarkan, kerugian ini tidak dapat

                                    dihindari  karena  memungkinkan  dirusak  oleh  mahluk  lain  seperti
                                    tikus/burung.  Kerugian  dapat  dibedakan  menjadi  2  yaitu:

                                    penurunan tingkat asam organik oleh yeast dan kadang-kadang oleh

                                    BAL sendiri. Hal ini menyebabkan pH kembali meningkat sehingga
                                    kerugian tahap kedua dimulai, terkait dengan peningkatan suhu.


                                    Kerugian aerobic terjadi hampir pada semua hasil fermentasi bahan

                                    organik  yang  terbuka/terkena  udara.  Namun  tingkat  kerusakan
                                    tergantung pada jumlah dan aktivitas mikroorganisme dalam bahan

                                    organik.



                                                                                                        129
   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146