Page 136 - EBOOK_Dasar - Dasar Pakan Ternak 2
P. 136

Hasil pengeringan berkorelasi positif dengan cuaca. pada cuaca
                                        baik akan dihasilkan hay yang baik, tetapi pada cuaca jelek akan

                                        dihasilkan hay  yang jelek. Kandungan  nutrient dalam hay yang
                                        berkualitas jelek sudah sangat miskin terutama karbohidrat non

                                        struktural dan pro vitamin A. Pada konservasi yang baik sedikit

                                        terjadi penurunan kualitas hijauan pakan.


                                      Penyimpanan.
                                        Penyimpanan  hay  yang  dilakukan  sebelum  cukup  kering  dapat

                                        dirusak  oleh  proses  pembakaran  spontan  dan  hay  yang

                                        mengandung kadar air berlebihan, cenderung berjamur. Hai ini
                                        tidak baik digunakan sebagai  pakan ternak.


                             8)  Penggunaan Hay
                                Penggunaan  hay  untuk  pakan  ternak  perlu  dibatasi,  hal  ini  karena

                                kualitas  hay  tidak  akan  pernah  sama  dengan  kualitas  hijauan  segar.

                                Kesetaraan  hay  disbanding  dengan  rumput  segar  berkisar  antara
                                85  -  90%.  Sehingga  pemberian  harus  dibatasi  disamping  kualitas

                                menurun  dan  palatabilitas  juga  menurun.    Pemberian  hay  disarankan

                                tidak lebih dari 35% jumlah pakan yang diberikan, jika lebih dari 35%
                                maka  harus  ditambah  pakan  konsentrat  untuk  memenuhi  kebutuhan

                                gizinya. Jadi idealnya kombinasi hijauan segar, hay dan konsntrat

                         b.  Silase



                             1)  Pengertian Silase

                                Kekurangan  hijauan  pakan  ternak  (dalam  keadaan  segar)  sering  kali

                                terjadi  dan  dirasakan  oleh  peternak  di  Indonesia.  Pada  kondisi  yang

                                demikian  peternak  terpaksa  memberi  pakan  pada  ternaknya  dengan
                                pakan seadanya dengan kualitas yang rendah, bahkan kuantitasnya juga

                                tidak memenuhi sesuai dengan kebutuhan ternaknya. Pemberian pakan

                                yang demikian  sangat mempengaruhi produktivitas ternak, terlihat dari
                                                                                                        124
   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141