Page 62 - C:\Users\ASUS-PC\Downloads\BUKU ETNOSAINS\
P. 62
Dari eksperimen yang sama, seorang pengamat O melihat pengamat O’
sedang bergerak dengan kecepatan v ke arah sumbu positif x. Karena
kecepatan O’ dan arah gerak peluru mempunyai arah yang berbeda, maka
sesuai dengan transformasi Lorentz, momentum peluru ke arah sumbu y
menurut pengamat O mempunyai nilai yang sama dengan pengamat O’.
Menurut pengamat O, momentum peluru adalah py = m.vy dengan m adalah
massa peluru menurut pengamat O. Dari persamaan transformasi kecepatan
Lorentz, hubungan antara vx dengan vx ’ sebagai berikut:
2
′ √1−( / 2 2
= = ′ √1 − ( ) 4.1
1+( ) ′ 2
2
Pada eksperimen di balistik tersebut, v’x bernilai nol karena peluru
bergerak ke arah sumbu y. Dari persamaan tersebut, diperoleh momentum
menurut pengamat O adalah:
2
√1 − ( ) 4.2
=
2
Dari persamaan di atas diketahui py ’ = m’v’ y , jika kedua pengamat
menganggap bahwa massa peluru adalah sama m’ = m, maka diperoleh nilai
momentum bahwa py ’ = py , kontradiktif dengan yang diharapkan. Menurut
Einstein, massa objek akan bervariasi tergantung pada kecepatannya ketika
benda tersebut bergerak dengan kecepatan v dengan persamaan:
= 0 4.3
2
√1−( )
2
Dengan m0 adalah massa diam, yaitu massa objek yang diukur ketika
dalam keadaan diam terhadap pengamat. Hubungan antara massa dan
kecepatan menurut Einstein dalam menyelesaikan soal balistik di atas adalah
sebagai berikut, sebagaimana ditentukan oleh kerangka O’, jika v’x = 0, maka
massa peluru menjadi:
0 0 0
′
= = =
′2 ′ 2 ′ 2 ′ 2
√1 − ( ) +
2 √1 − ( ) √1 − ( )
2 2