Page 27 - REAKSI SEnyawa organik MONOFUNGSI
P. 27

Chapter 2 Benzena




                               reaksi  adisi  akan  mengganggu  sistem  delokalisasi  elektron  dalam
                               cincin  benzena,  yang  mengarah  pada  hilangnya  stabilitas
                               aromatiknya.

                           4.  Resonansi Energi Tinggi: Benzena memiliki energi resonansi yang
                               tinggi,  yang  berarti  energi  yang  diperlukan  untuk  mengubah
                               strukturnya menjadi bentuk yang lebih reaktif lebih besar daripada
                               senyawa alifatik biasa. Ini juga berkontribusi pada kestabilan kimia

                               benzena.
                           5.  Reaksi Pembakaran: Seperti kebanyakan senyawa organik, benzena
                               dapat  terbakar  di  udara  menghasilkan  karbon  dioksida  dan  air,

                               namun  pembakarannya  sering  menghasilkan  jelaga  karena  rasio
                               karbon yang tinggi.


                        2.3. Tatanama senyawa benzena
                               Tidak seperti senyawa organik alifatik, tata nama senyawa turunan
                        benzena  dapat  membingungkan  karena  satu  senyawa  aromatik  dapat
                        memiliki  beberapa  kemungkinan  nama  (seperti  nama  umum  dan  nama

                        sistematis) yang dikaitkan dengan strukturnya.
                        1)  Penamaan senyawa benzena sederhana (monosubstituen)
                            Cincin  benzena  dianggap  sebagai  induk  sama  seperti  alkana  rantai
                            lurus.  Gugus  alkil,  halogen  dan  gugus  nitro  dinamai  dalam  bentuk

                            awalan pada benzena itu. Misalnya, klorin (Cl) yang terikat pada gugus
                            fenil akan diberi nama klorobenzena.







                                                        Klorobenzena

                        2)  Penamaan senyawa benzena lebih dari satu substituen

                        Penamaan  benzena  yang  mengikat  dua  substiuen  dapat  menggunakan
                        angka ataupun orto- (o-), meta- (m-), atau para (p-) untuk menunjukkan
                        substituen  pada  cincin  benzena.  Posisi  substituen-substituen  tersebut
                        didefinisikan sebagai berikut:

                           •  orto- (o-): 1,2- (berdampingan dalam cincin benzena)
                           •  meta- (m): 1,3- (dipisahkan oleh satu karbon dalam cincin benzena)
                           •  para- (p): 1,4- (berseberangan dalam cincin benzena)





                                                                      REAKSI SENYAWA OGANIK MONOFUNGSI    25
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32