Page 26 - REAKSI SEnyawa organik MONOFUNGSI
P. 26

Chapter 2 Benzena



                         o-xilena                                           -25              144








                         m-xilena                                           -48              139








                         p-xilena                                           13               138






                        Perhatikan  bahwa  p-xilena  mempunyai  titik  leleh  yang  lebih  tinggi
                        daripada  o-  atau  m-xilena.  Titik  leleh  yang  tinggi  merupakan  sifat  khas

                        benzena p-substitusi, suatu p-isomer lebih simetris dan dapat membentuk
                        kisi kristal yang lebih teratur dan lebih kuat dalam keadaan padat daripada
                        o- dan m-isomer yang kurang simetris.


                        2.2.2. Sifat kimia benzena
                               Benzena memiliki beberapa sifat kimia yang khas, terutama karena
                        struktur aromatiknya yang unik. Berikut adalah beberapa sifat kimia utama

                        benzena:
                           1.  Kestabilan  Tinggi  (Aromatisitas):  Benzena  sangat  stabil  karena
                               delokalisasi  elektron  dalam  cincin  aromatiknya.  Hal  ini  membuat

                               benzena kurang reaktif dibandingkan dengan senyawa alkena atau
                               alkuna yang tidak memiliki struktur aromatik.
                           2.  Reaksi  Substitusi  Elektrofilik  Aromatik:  Karena  kestabilan  cincin
                               aromatiknya,  benzena  cenderung  mengalami  reaksi  substitusi

                               elektrofilik daripada reaksi adisi. Contoh reaksi ini termasuk nitrasi
                               (penambahan  gugus  nitro),  halogenasi  (penambahan  halogen),
                               alkilasi (penambahan gugus alkil), dan asilasi (penambahan gugus

                               asil).
                           3.  Ketahanan terhadap Reaksi Adisi: Benzena tidak mudah mengalami
                               reaksi adisi, seperti yang sering terjadi pada alkena. Hal ini karena



                          24    REAKSI SENYAWA OGANIK MONOFUNGSI
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31