Page 20 - Modul Asesmen_PAUD
P. 20

semesta”  tidak  muncul  karena  anak  sedang  ingin  belajar  semen.  Percayalah,  topik  semen  itu  sama
                 berharganya dengan topik matahari dan bulan Bahkan kalau mau ditelaah lebih dalam, bahan-bahan
                 pembuatan semen (pasir silika, pasir, batu kapur, pasir besi, tanah liat) adalah bagian dari alam semesta.
                 Alam  semesta  tidak  sesempit  bulan,  bintang,  atau matahari!  Yang  penting,  guru  bisa  memprovokasi
                 dengan pertanyaan-pertanyaan yang dapat melatih daya analisis, evaluasi dan kreasi. Seperti misalnya,
                 “apa yang terjadi kalau kita merekatkan batu bata dengan mencampur pasir dan air saja?” atau "Apa yang
                 terjadi  jika  campuran  pasir  dan  airnya  kita  tambahkan  semen?”  atau  “Apa  yang  terjadi  ketika  kamu
                 mencampurkan 3 sendok semen dan bukannya 1 sendok semen?” Anda dapat melihat bahwa ketika nanti
                 anak  mencoba  mengeksplorasi  kemungkinan  jawaban  dari  pertanyaan-pertanyaan  tersebut,  anak
                 sejatinya sedang mengintegrasikan sains, teknologi, dan rekayasa. Inilah hasil curah pendapat anak-anak
                 pada saat akhir hari. Mereka merencanakan berbagai kemungkinan eksplorasi untuk keesokan harinya.
                 Semen ada di daftar nomor 1 mereka.


                 Panduan Jawaban Sesi 2 - Eksplorasi Konsep

                 Prinsip Asesmen secara umum dalam konteks PAUD:
                   1.   Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, dan
                        menyediakan informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang
                        tua,  agar  dapat  memandu  mereka  dalam  menentukan  strategi  pembelajaran  selanjutnya.
                        Asesmen berfungsi untuk memfasilitasi pembelajaran dan menyediakan informasi sebagai umpan
                        balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua. Ini berarti bahwa asesmen harus menjadi bagian
                        tak terpisah dari kegiatan bermain yang sedang anak lakukan. Pendidik harus berada di dekat
                        peserta  didik  agar  menemukan  data  aktual  sebelum  diolah  menjadi  sebuah  laporan.  laporan
                        perkembangan peserta didik akan sangat membantu orang tua dan pendidik memberi stimulasi
                        sesuai kebutuhan anak.
                   2.  Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan
                        untuk  menentukan  teknik  dan  waktu  pelaksanaan  asesmen  agar  efektif  mencapai  tujuan
                        pembelajaran.
                   3.  Asesmen  dirancang  secara  adil,  proporsional,  valid,  dan  dapat  dipercaya  (reliable)  untuk
                        menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya.
                   4.  Laporan  kemajuan  belajar  dan  pencapaian  peserta  didik  bersifat  sederhana  dan  informatif,
                        memberikan  informasi  yang  bermanfaat  tentang  karakter  dan kompetensi  yang  dicapai  serta
                        strategi tindak lanjutnya
                   5.  Hasil  asesmen  digunakan  oleh  pendidik,  tenaga  kependidikan,  dan  orang  tua  sebagai  bahan
                        refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

                        Tujuan:
                        Asesmen bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan
                        kualitas  pembelajaran  selanjutnya  .  Ini  bagian  dari  pengejawantahan  prinsip  pembelajaran
                        “menghargai  anak”.  Tanggung  jawab  untuk  meningkatkan  pencapaian  perkembangan  dan
                        pertumbuhan anak yang didapat dari sebuah kegiatan asesmen, terletak pada guru dan keluarga
                        agar anak  dapat bertumbuh kembang  secara  holistik.  Bentuk  perwujudan  dalam  menghargai
                        anak  adalah  menerima  dan mengakui  ragam  keunikan  dan  kebutuhannya,  sehingga  asesmen
                        seharusnya tidak bertujuan untuk membandingkan capaian anak dengan anak lainnya ataupun
                        bertujuan untuk memberikan “judgement (penilaian yang melabeli)” berbentuk status mengenai
                        capaian anak (misalnya status “siap bersekolah”, atau “status sertifikasi anak sudah berkembang
                        dengan baik).
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25