Page 131 - Sejarah Daerah Lampung
P. 131
112
bes ke selatan dan membuka ladang-ladang mereka. Secara kebetulan
terjadi kegoncangan dalam masyarakat karena sekitar. tahun 185 7 -
1859 pemerintah marga kurang dihormati sehingga wewenang marga
merosot. Kesempatan ini pula dipergunakan oleh kelompok orang
Abung untuk menduduki marga-marga lainnya di sebeiah timur daerah
Lampung tengah dan utara.
Dengan adanya perdagangan lada yang banyak dihasilkan daerah
Lampung, perdagangan antar daerah bukan · merupakan suatu hal yang
asing. Tanpa ada hubungan dengan dunia luar tidak mungkin qiereka
akan dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Dengan demikian su-
dah merupakan suatu keharusan untuk mempunyai sifat terbuka ter-
hadap pengaruh yang datang dari luar. Demikian juga dalam bidang
perdagangan ini. Mengenai sifat lainnya setelah Belanda berkuasa me-
mang ditanamkan agar a~ rasa benci terhadap suku bangsa lainnya.
-
Seolah-olah tidak ada kesatuan antara penduduk di nusantara ini..se-
.
hingga dapat terjadi persaingan antara satu suku dengan suku lainnya.
Demikian juga di Lampung sisa-sisa dari pendapat ini masih sering
kita jmpai. Tetapi lama kelamaan timbul kesadaran antara suku yang
satu dengan yang lainnya merupakan kesatuan sehingga rasa toleransi
yang berkembang sekrang merupakan suatu sikap yang dapat di-
banggakan. Penduduk ash dengan pendatan!s yang menghuni 'SANG
BUMI RUW A JURAI' ini hidup rukun dan damai dengan rasa per-
satuan kebangsaan Indonesia.
3. Pengaruh dan Akibatnya.
Daerah Lampung sebagai daerah yang paling dekat dengan Jawa
merupakan daerah yang banyak berhubungan dengan Jawa. Perhu-
bungan dalam abad ke-19 belum sebaik sekarang ini. Dengan perahu
layar yang tidak seberapa besar, penduduk Banten mengadakan hu-
bungan dengan Lampung. Pantai Lampung dapat dilihat dengan mu-

