Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 MARET 2020
P. 69
Title RUU CILAKA DAN RUU HALU DINILAI HAPUS PERLINDUNGAN BURUH PEREMPUAN
Media Name tirto.id
Pub. Date 02 Maret 2020
https://tirto.id/ruu-cilaka-dan-ruu-halu-dinilai-hapus-perlindungan-bu ruh-perempuan-
Page/URL
eCoA
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Serikat buruh mengatakan RUU Cipta Kerja dan RUU Ketahanan Keluarga berbahaya
bagi buruh perempuan.
Wakil Ketua Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Jumisih mengatakan
Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (sebelumnya RUU Cipta Lapangan Kerja
alias Cilaka) dan RUU Ketahanan Keluarga (RUU Halu) merugikan buruh, terutama
buruh perempuan.
"Hak buruh perempuan itu tidak dilindungi di dalam RUU Cipta Kerja. Salah satu
yang kami ambil contoh adalah hak atas cuti haid. Haid itu oleh pemerintah tidak
dianggap sebagai masalah," ujar Jumisih di Kantor KPBI, Jakarta, Senin (2/3/2020).
Pasal soal cuti haid yang terdapat dalam Pasal 81 Undang-Undang Nomor 13 Tahun
2003 tentang Ketenagakerjaan tidak dihapus oleh RUU Cilaka. Namun, dalam RUU
Cilaka, pasal yang mewajibkan pengusaha membayar upah buruh yang cuti haid
diganti redaksionalnya (Pasal 93 ayat 2).
Tidak ada lagi yang menyebut eksplisit bahwa pengusaha wajib membayar upah
buruh yang ambil cuti haid.
RUU Cilaka hanya menyebut pengusaha wajib membayar upah: "pekerja/buruh
yang tidak masuk kerja dan/atau tidak melakukan pekerjaan karena berhalangan,"
dan pekerja/buruh yang tidak masuk kerja dan/atau tidak melakukan pekerjaan
karena menjalankan hak waktu istirahat atau cutinya.
"Jumisih mengatakan pasal tersebut "tidak jelas dan berpeluang multitafsir."
Sementara untuk RUU Halu, Jumisih mengatakan menolak karena dalam peraturan
itu ada pembagian tugas yang jelas antara antara suami dan istri seperti dalam
perspektif patriarki: bahwa yang perempuan di rumah, dan yang bekerja si suami.
"Itu mau memposisikan perempuan kembali ke ranah domestik, kembali ke ranah
keluarga karena di dalam drafnya disebutkan bahwa tugas perempuan adalah
mengatur rumah tangga," jelas Jumisih.
"Dan itu yang kami soroti," tegasnya.
Page 68 of 99.

