Page 65 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 MARET 2020
P. 65

Usai paparan, ia segera memenuhi panggilan Menko Perekonomian Airlangga
               Hartarto dan mendelegasikan pembahasan substansi RUU Cipta Kerja kepada Staf
               Ahli Bidang Hukum, Elen Setiadi. Maka malam itu, perbincangan reporter kumparan
               terkait persoalan kemudahan perizinan, dampak lingkungan, hingga
               ketenagakerjaan berlangsung bersama Elen. Berikut kutipan perbincangannya.

               Bagaimana proses penyusunan draf ini?


               Nyusun bareng-bareng, ada guidance substansi kemudian dibahas bareng
               kementerian dan lembaga.


               Para pekerja khawatir dengan omnibus law upah akan menjadi lebih murah,
               bagaimana tanggapan Anda?

               Siapa bilang murah? Kalau dibaca satu-satu rumusannya secara perlahan memang
               kalau mau komplet ya baca sampai selesai. Tapi yakin saya enggak ada yang baca
               sampai selesai itu yang 1.000 halaman.


               Ada peluang UMK akan dihapus dan ditarik jadi UMP jika omnibus law berlaku,
               bagaimana tanggapannya?

               Siapa yang bilang UMK dihapus? Makanya konsep ini, ini kan technical operasional
               masih ada di PP (Peraturan Pelaksana), PP-nya masih disiapkan. Konsepsinya di PP
               itu kita mau ajak teman-teman serikat pekerja mana yang paling optimal. Kita
               enggak kunci di undang-undang dulu.


               Bagaimana untuk sektor padat karya?

               Iya karena padat karya kan karakteristiknya berbeda. Itu artinya gini. Dia terlalu
               sensitif dengan upah. Karena komponen terbesarnya kan upah. Kalau upahnya naik
               kemudian secara signifikan mempengaruhi usahanya (pengusaha) kan dia mati
               juga. Kita kan ingin sustainability.


               Artinya apa? Kan kalau yang padat-padat karya kan dia gampang pindah kan. Kan
               kalau saya (misal pengusaha) di sini, ya udah saya pindah saja ke Vietnam,
               Thailand. Terus kalau dia pindah siapa yang akan bertanggung jawab terhadap
               karyawannya? Yang tanda petik enggak ribut-ribut tapi tetap menerima pekerjaan
               seperti itu. Kan enggak semua pekerja kita yang apa namanya pengin macam-
               macam.

               Dengan skema seperti itu, bukannya justru menguntungkan pengusaha yang bisa
               saja membuat pekerjanya terus dalam posisi kontrak?

               Itu asumsi. Enggak seperti itu.

               Apakah upah ini tidak terlalu signifikan di kalangan pengusaha?


               Udah baca surveinya Jetro belum? (soal) Produktivitas dan upah. Itu upah nomor 1
               lho gangguan persoalan bagi mereka (pengusaha). Kan gini kita bicara soal upah



                                                       Page 64 of 99.
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70