Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 MARET 2020
P. 64

Title          KEMENKO PEREKONOMIAN SOAL UPAH PEKERJA DI OMNIBUS LAW: SIAPA BILANG MURAH?
               Media Name     kumparan.com
               Pub. Date      02 Maret 2020
                              https://kumparan.com/kumparannews/kemenko-perekonomian-soal-upah-peker ja-di-
               Page/URL
                              omnibus-law-siapa-bilang-murah-1swoNhBuAaD
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive

















               Menolak berbicara soal proses penyusunan draf Omnibus Law Cipta Kerja, Sekretaris
               Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, memilih langsung
               memberi paparan tentang upaya transformasi ekonomi yang sedang dilakukan
               pemerintah.

               "Kalau ditanya proses, katanya tertutup, katanya tidak melibatkan publik, udah
               bosen saya. Udah ratusan kali saya jelasin," ucapnya saat menyambut kedatangan
               reporter kumparan di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (27/2). "Bayangkan,
               bagaimana caranya tertutup? Sektornya ada 29, kementerian ada 31, bisa 1.000
               orang lebih yang bahas, bagaimana bisa tertutup?"


               Ia langsung menegaskan bahwa masyarakat harus memahami terlebih dulu konteks
               dikeluarkannya omnibus law. "RUU Cipta kerja sama Perpajakan ini satu paket.
               Karena satunya melakukan reform, mengubah semuanya. Nanti diimbangi
               pemanisnya dengan perpajakan," kata Susi mengawali perbincangan.

               Paket kebijakan ini, ucap Susi, merupakan upaya transformasi ekonomi ketiga
               setelah perubahan di tahun 1967 setelah Tragedi '65 dan tahun 1999 pasca-
               Reformasi. "Transformasi ekonomi yang pertama dan kedua itu selalu didahului
               dengan krisis ekonomi, krisi politik, dan intervensi asing," ucapnya.

               Susi pun lanjut menjelaskan bahwa upaya transformasi ekonomi kali ini lahir dari
               keinginan Presiden Jokowi. "Kenapa perlu sekarang? Karena Presiden melihatnya di
               2045 kita pengin menjadi negara maju, kemudian 2036 keluar dari middle income
               trap, mau gak mau harus dimulai sekarang."


               Maka reformasi aturan besar-besaran, kata Susi, mustahil dihindari. Ia juga
               meminta agar sorotan persoalan omnibus law ini tak melulu soal ketenagakerjaan,
               tapi perlu dilihat aspek lainnya juga. "Saya menegaskan kembali, jangan hanya
               direduksi masalah tenaga kerja saja. Itu juga penting, tapi itu hanya 1 dari 79 UU
               yang direvisi, itu hanya 5 pasal dari 174 pasal dalam Omnibus Law."






                                                       Page 63 of 99.
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69