Page 849 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 849

-Ketentuan mengenai sanksi ketenagakerjaan dikembalikan kepada UU 13/2003;

              b.RUU Cipta Kerja tetap mengatur syarat-syarat dan perlindungan hak bagi pekerja/buruh PKWT
              yang menjadi dasar dalam penyusunan perjanjian kerja.

              Di samping  itu, RUU Cipta Kerja mengatur perlindungan tambahan berupa kompensasi kepada
              pekerja/buruh pada saat berakhirnya PKWT.

              c.Syarat-syarat dan perlindungan hak bagi pekerja/buruh dalam kegiatan Alih Daya (outsourcing)
              masih tetap dipertahankan. Bahkan RUU Cipta memasukkan prinsip pengalihan perlindungan
              hak-hak  bagi  pekerja/buruh  apabila  terjadi  pergantian  Perusahaan  Alih  Daya.  Hal  ini  sesuai
              dengan amanat putusan Mahkamah Konstitusi No. 27/PUU-IX/2011.

              Di samping  itu, dalam rangka pengawasan terhadap Perusahaan Alih Daya, RUU Cipta Kerja
              juga mengatur syarat-syarat perizinan terhadap Perusahaan Alih Daya yang terintegrasi dalam
              sistem  Online Single Submission  (OSS).

              d.Ketentuan mengenai waktu kerja dan waktu istirahat tetap diatur seperti UU eksisting (UU
              13/2003) dan menambah ketentuan baru mengenai pengaturan waktu kerja dan waktu istirahat
              pada sektor usaha dan pekerjaan tertentu. Hal ini untuk mengakomodir tuntutan perlindungan
              pekerja/buruh pada bentuk-bentuk hubungan kerja dan sektor tertentu yang di era ekonomi
              digital saat ini berkembang secara dinamis.

              e.RUU  Cipta  Kerja    tetap  mengatur  hak-hak  dan  perlindungan  upah  bagi  pekerja/buruh
              sebagaimana  peraturan  perundang-undangan  eksisting  (UU  13/2003  dan  PP  78/2015)  dan
              selanjutnya akan diatur dalam Peraturan Pemerintah yang baru.

              Terdapat  penegasan  variabel  dan  formula  dalam  penetapan  Upah  Minimum  berdasarkan
              pertumbuhan  ekonomi  dan  inflasi.  Selain  itu,  ketentuan  mengenai  Upah  Minimum
              Kabupaten/Kota tetap dipertahankan. Dengan adanya kejelasan dalam konsep penetapan Upah
              Minimum  dimaksud,  maka  RUU  Cipta  Kerja  menghapus  ketentuan  mengenai  penangguhan
              pembayaran Upah Minimum.

              Di  samping  itu,  dalam  rangka  memperkuat  perlindungan  upah  bagi  pekerja/buruh  serta
              meningkatkan  pertumbuhan  sektor  Usaha  Mikro  dan  Kecil,  maka  RUU  Cipta  Kerja  mengatur
              ketentuan pengupahan bagi sektor Usaha Mikro dan Kecil.

              f.Dalam  rangka  perlindungan  kepada  pekerja/buruh  yang  menghadapi  proses  pemutusan
              hubungan kerja (PHK), RUU Cipta Kerja tetap mengatur ketentuan mengenai persyaratan dan
              tata cara PHK.

              RUU  Cipta  Kerja  tetap  memberikan  ruang  bagi  Serikat  Pekerja/Serikat  Buruh  dalam
              memperjuangkan kepentingan anggotanya yang sedang mengalami proses PHK.
              RUU Cipta Kerja semakin mempertegas pengaturan mengenai "upah proses" bagi pekerja/buruh
              selama PHK masih dalam proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial sampai adanya
              putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (  incraht  ). Hal ini sebagaimana amanat
              Putusan  MK  No.37/PUU-IX/2011.  Kemudian  dalam  rangka  memberikan  jaminan  sosial  bagi
              pekerja/buruh yang mengalami PHK, RUU Cipta Kerja mengatur ketentuan mengenai program
              Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang manfaatnya berupa uang tunai, akses informasi pasar
              kerja dan pelatihan kerja. UU Cipta Kerja  RUU Cipta Kerja  Buruh  Menaker2020 (c) PT Dynamo
              Media Network  Version 1.1.289.






                                                           848
   844   845   846   847   848   849   850   851   852   853   854