Page 152 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 152

Title          IOJI DESAK PENGUSUTAN TUNTAS PELARUNGAN JASAD 3 ABK WNI DARI KAPAL CHINA
               Media Name     kumparan.com
               Pub. Date      07 Mei 2020
                              https://kumparan.com/kumparannews/ioji-desak-pengusutan-tuntas-pelarun gan-jasad-3-
               Page/URL
                              abk-wni-dari-kapal-china-1tMtGsoWgbu
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive





















               Pelarungan 3 jenazah ABK WNI yang meninggal dunia di kapal penangkap ikan milik
               China berbuntut panjang. Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) meminta agar
               Polri hingga Kementerian terkait mengusut adanya dugaan pidana dalam kasus ini.

               "Melaksanakan penyelidikan dan penyidikan, melalui institusi POLRI dan/atau
               Kementerian Ketenagakerjaan, terhadap tiga manning agency yang mengirimkan
               ABK Indonesia bekerja di atas kapal Tiongkok bernama Long Xing 629, Long Xing
               605, Long, Long Xing 802 dan Tian Yu 8," kata Chief Executive Officer IOJI Achmad
               Santosa dalam rekomendasi di keterangan tertulisnya, Kamis (7/5).

               Penyelidikan harus dilakukan atas dugaan kuat pelanggaran HAM terhadap WNI ABK
               di kapal penangkap ikan berbendera Tiongkok yang bernama Long Xing 629, Long
               Xing 605, Long Xing 802, dan Tian Yu 8. Diketahui tiga ABK di kapal tersebut
               meninggal dunia dan jenazahnya dilarung di laut.

               Satu ABK lagi meninggal dunia karena pneumonia setelah mendarat di Busan, Korea
               Selatan. IOJI mengatakan, ada 14 WNI ABK yang diduga kuat mengalami
               pelanggaran HAM, seperti kerja paksa berlebihan, gaji yang tak dibayarkan,
               kekerasan, serta makanan dan minuman yang tak layak.

               IOJI mengungkapkan, ada tiga agensi yang mengirim ABK WNI untuk bekerja di
               empat kapal nelayan milik China itu. Yakni PT. Lakemba Perkasa Bahari, PT. Alfira
               Perdana Jaya, dan PT. Karunia Bahari.

               "Penyidikan terhadap tiga manning agency tersebut tidak hanya terhadap pelaku
               fisik (physical perpetrator) namun juga kepada pengurus perusahaan, perusahaan
               dan pemilik manfaat (beneficial owner)," ucap Achmad.






                                                      Page 151 of 276.
   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157