Page 156 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 156

Title          PEMERINTAH USUT DUGAAN EKSPLOITASI WNI ABK DI KAPAL CHINA
               Media Name     suara.com
               Pub. Date      07 Mei 2020
                              https://www.suara.com/news/2020/05/07/153512/pemerintah-usut-dugaan-ek sploitasi-
               Page/URL
                              wni-abk-di-kapal-china
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Meninggalnya tiga Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di Kapal
               Longxing 629 China menjadi perhatian publik di tanah air. Mendengar kabar
               tersebut, pemerintah langsung berkoordinasi dengan kementerian terkait lainnya
               untuk menelusuri adanya kemungkinan dugaan eksploitasi yang dilakukan pihak
               kapal.

               Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, pihaknya telah
               berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian
               Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), termasuk
               Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)
               untuk memastikan proses pelarungan salah satu ABK ke laut lepas.

               "Kita telah berkoordinasi. Termasuk mengenai dugaan adanya eksploitasi terhadap
               ABK kita (Indonesia)," kata Edhy di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

               Edhy mengungkapkan, kalau pihaknya juga concern terhadap dugaan eksploitasi
               terhadap ABK yang juga diberitakan oleh MBC News, salah satu media Korea
               Selatan. Dalam pemberitaan itu, ABK mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak
               manusiawi selama bekerja di kapal.

               Ia akan fokus pada dugaan eksploitasi tersebut. Apabila terbukti, maka pihaknya
               akan melaporkan ke otoritas pengelolaan perikanan di laut lepas.

               "KKP akan segera mengirimkan notifikasi ke RFMO (Regional Fisheries Management
               Organization) untuk kemungkinan perusahaan atau kapal mereka diberi sanksi,"
               katanya.

               Hal itu dilakukannya lantaran ada dugaan perusahaan yang mengirimkan ABK
               Indonesia tersebut telah melakukan kegiatan yang sama. Perusahaan itu juga
               terdaftar sebagai authorized vessel di 2 RFMO yaitu Western and Central Pasific
               Fisheries Commision (WCPFC) dan Inter-American Tropical Tuna Commission
               (IATTC). Indonesia juga sudah mengantongi keanggotaan di WCPFC dan
               cooperating non-member di IATTC.

               Sebagaimana diketahui, cerita miris datang dari dunia pekerja kapal asal Indonesia.
               Empat dari 18 Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di Kapal Longxing 629 China
               meninggal dunia dan tiga jasad di antaranya terpaksa dibuang ke laut lepas.




                                                      Page 155 of 276.
   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161