Page 97 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 97

Title          TIAP TAHUN, ADA 2,25 JUTA ANGKATAN KERJA BARU DI INDONESIA
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      20 Februari 2020
                              https://www.republika.co.id/berita/daerah/jabodetabek-nasional/20/02/2 0/q5zzk8284-
               Page/URL
                              tiap-tahun-ada-225-juta-angkatan-kerja-baru-di-indonesia
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Ida Fauziyah menyebutkan terdapat sekitar
               2,25 juta angkatan kerja baru setiap tahunnya di Tanah Air. Sementara Indonesia
               masih mempunyai tanggungan 7.050.000 pengangguran berdasarkan data Badan
               Pusat Statistik 2019.

               "Setiap tahun ada 2,25 juta angkatan baru, belum lagi yang masih menganggur
               sehingga kita perlu memecahkan masalah ketenagakerjaan ini bagi mereka yang
               belum bekerja," kata dia di Jakarta, Kamis (20/2).

               Selain angkatan kerja baru dan jumlah pengangguran tersebut, ia menyebutkan
               terdapat pula 8,14 juta kelompok setengah penganggur. Kemudian, 28,41 juta
               pekerja paruh waktu.

               "Jadi ini banyak jumlahnya. Sementara yang bekerja penuh sampai sekarang
               datanya berada pada angka 45,84 juta," ujar dia.

               Terkait data tersebut, jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan informal
               tercatat 70,49 juta atau sekitar 55,70 persen dari total keseluruhan penduduk yang
               bekerja. Dari struktur ketenagakerjaan, ia menjelaskan solusi untuk angka-angka
               tersebut tidak mudah. Oleh karena itu, perlu upaya bersama-sama antara
               pemerintah pusat dan daerah agar bisa memecahkan persoalan itu.

               Menurutnya, semua pihak sepakat bahwa ini persoalan pengangguran, setengah
               pengangguran serta angkatan kerja baru yang butuh pekerjaan harus diselesaikan.
               Untuk mengatasi persoalan tersebut, usaha yang bisa dilakukan ialah dengan
               memperluas lapangan kerja melalui pemberian kesempatan kerja serta fasilitas
               kemudahan berusaha.

               Kesempatan tersebut, kata dia, tentunya dengan syarat tetap menjaga perlindungan
               dari para pekerja atau buruh dan hal itu tidak boleh dikesampingkan.

               "Kita ingin kesempatan yang baru untuk mereka. Tapi yang harus kita ingat ialah
               tetap menjadikan perlindungan sebagai hal utama bagi mereka yang sudah eksis
               bekerja," ujarnya.





                                                       Page 96 of 174.
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102