Page 98 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 98

Title          MENAKER SOROTI PERATURAN KETENAGAKERJAAN YANG KAKU
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      20 Februari 2020
                              https://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/20/02/20/q6006f384 -menaker-
               Page/URL
                              soroti-peraturan-ketenagakerjaan-yang-kaku
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah membeberkan salah satu faktor
               digagasnya Omnibus Law Cipta Kerja adalah Peraturan Ketenagakerjaan yang
               sekarang berlaku dianggap kaku. Bahkan dibandingkan dengan negara-negara Asia
               Tenggara lainnya, kemudahan berbisnis di Indonesia masih tidak lebih baik. Oleh
               karena itu diharapkan undang-undang sapu jagad dapat menjadi solusi.

               Menurut Ida, World Bank menyoroti peraturan ketenagakerjaan Indonesia terkait
               dengan kemudahan berbisnis. "Dibandingkan dengan negara berpenghasilan
               menengah ke bawah di Asia Timur dan Pasifik, Indonesia dinilai memiliki peraturan
               ketenagakerjaan yang kaku, terutama terhadap perekrutan tenaga kerja," ujar Ida
               di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/2).

               Ida mengatakan, salah satu kebijakan ketenagakerjaan yang mendapat sorotan
               adalah upah minimum atau minimum wages, yang dinilai memberatkan perusahaan.
               Meskipun dapat menjamin kesejahteraan tenaga kerja, perusahaan menganggap
               rasio upah minimum terlalu tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata laba yang
               dihasilkan.

               "Laporan World Bank selanjutnya menyatakan bahwa setiap kenaikan 10 persen
               upah minimum, maka akan menurunkan 0,8 persen rata-rata lapangan kerja di
               provinsi tertentu," ungkapnya.

               Kendati demikian, Ida menjelaskan berdasarkan data World Bank, pemerintah
               Indonesia dinilai telah melakukan beberapa reformasi kebijakan. Tentu saja untuk
               memperbaiki kemudahan usaha di beberapa aspek. Bahkan refomasi yang dilakukan
               Indonesia bahkan merupakan kedua yang terbanyak setelah China.

               Namun meski agresif, kata Ida reformasi kebijakan tersebut tidak dapat
               mendongkrak peringkat Indonesia dalam kemudahan berbisnis, atau ease of doing
               business. Akibatnya, pada 2020, peringkat EoDB Indonesia masih stagnan di
               peringkat 73 dari 190 negara yang disurvei. "Di ASEAN sendiri, Indonesia masih
               tertinggal dibanding Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam," terang Politikus
               Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.









                                                       Page 97 of 174.
   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103