Page 149 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 149

belakangan. Ketika surel dibuka, benar saja, isinya seperti yang dibayangkan Faisal sejak jauh-
              jauh hari.


              JAMINAN KEHILANGAN PEKERJAAN: BAIK, TAPI PERLU PERBAIKAN

              Lewat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), korban PHK bisa mendapat uang tunai sebesar 45%
              dari upah selama tiga bulan, dan 25% pada tiga bulan berikutnya.

              Suatu siang di awal Januari 2021, Faisal mendapat surel dari tempatnya bekerja, sebuah media
              rintisan yang berkantor di Jakarta Pusat. Dia deg-degan. Teman-temannya juga mendapat surat
              serupa  beberapa  bulan  belakangan.  Ketika  surel  dibuka,  benar  saja,  isinya  seperti  yang
              dibayangkan Faisal sejak jauh-jauh hari.

              "Kantor mengirim surat PHK, dan kompensasi satu kali gaji," ujar Faisal, pemuda jatmika yang
              baru bekerja di tempat itu tiga bulan.

              Usai  membaca  surelnya,  Faisal  menemui  HRD.  Alasan  yang  dikemukakan  HRD,  kantor
              mengalami  kesulitan  keuangan  imbas  dari  pandemi.  Faisal  maklum,  kemudian  membawa
              barang-barangnya di kantor dengan wajah digelayuti mendung.

              Dalam  soal  pemutusan  hubungan  kerja,  Faisal  tidak  sendirian.  Menurut  data  Kementerian
              Ketenagakerjaan, hingga Juli 2020, ada 3,6 juta orang yang kena pemutusan hubungan kerja.
              Dampaknya: angka pengangguran meningkat, begitu pula angka kemiskinan naik 1,5 persen
              secara nasional.

              Pemerintah juga tidak tinggal diam. Ada berbagai jenis subsidi dan bantuan yang digelontorkan
              dengan  harapan  dapat  menjadi  jaring  pengaman  sementara.  Mulai  dari  bansos  sembako,
              bantuan  sosial  berupa  uang  tunai  yang  diberikan  selama  tiga  bulan,  bantuan  infrastruktur
              ekonomi kreatif, hingga yang terbaru: Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

              Namun,  belum  banyak orang  mengetahui  bantuan  ini.  Presiden  Joko Widodo  baru  meneken
              Peraturan Pemerintah No. 37 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan
              Pekerjaan pada 2 Februari 2021. Sampai sekarang, sosialisasi yang minim membuat kebijakan
              tersebut belum ramai diketahui.

              Menurut Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Retno Pratiwi, JKP bertujuan mempertahankan
              derajat  kehidupan  seseorang.  "Jangan  sampai  derajat  hidupnya  turun  walau  kehilangan
              pekerjaan."  JKP  adalah  program  Badan  Penyelenggara  Jaminan  Sosial  Ketenagakerjaan
              (Jamsostek). Ia menjadi program jaminan sosial baru, menambah jaminan sosial seperti jaminan
              kesehatan,  kecelakaan  kerja,  hari  tua,  pensiun,  dan  kematian.  Agar  seorang  buruh  menjadi
              peserta program ini, pihak pemberi kerja harus mendaftarkannya terlebih dahulu.
              Meski demikian, menurut Pasal 46E Ayat 1, pekerja tetap harus membayar iuran JKP dengan
              jumlah 0,46 persen dari upah bulanan. Dari jumlah itu, 0,22 persen-nya akan ditanggung oleh
              pemerintah.  Sebagai  modal  awal,  pemerintah  sudah  menyuntikkan  dana  Rp6  triliun  yang
              bersumber dari APBN.

              Lalu apa yang bisa diterima oleh pekerja? Jika kena PHK, pekerja bisa mendapat uang tunai
              sebesar 45 persen dari upah selama tiga bulan, dan 25 persen pada tiga bulan berikutnya. Selain
              mendapat uang tunai selama enam bulan, pekerja juga mendapat akses informasi pasar kerja,
              juga akses pelatihan kerja. Namun, pekerja atau buruh bisa mendapat manfaat ini jika sudah
              membayar iuran setidaknya 12 bulan dalam 24 bulan dan sudah membayar iuran enam bulan
              secara berturut-turut sebelum kena PHK.


                                                           148
   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154