Page 111 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 111

Title          SE GUBERNUR JABAR SOAL UMK BISA SELESAIKAN KISRUH PENGUPAHAN
               Media Name     fokusjabar.co.id
               Pub. Date      26 November 2019
                              https://fokusjabar.co.id/2019/11/26/se-gubernur-jabar-soal-umk-bisa-se lesaikan-kisruh-
               Page/URL
                              pengupahan/
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive





               Surat Edaran (SE) Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil tentang Upah
               Minimum Kabupaten/kota (UMK) dinilai menjadi penyelamat kisruh pengupahan
               yang terjadi dari tahun ke tahun. Sebelumnya SE tersebut menuai kontra dari
               serikat pekerja karena dianggap tidak mengikat terhadap perusahaan.

               Pakar perburuhan Saut Kristianus Manalu mengatakan, SE Gubernur Jabar dinilai
               akan membuat sistem pengupahan di Jabar lebih fair. Pasalnya, menekankan
               perundingan antara perusahaan sebagai pemberi kerja dan buruh (pekerja) sebagai
               penerima upah.

               Lanjut Saut, terbitnya SE Gubernur Jabar yang ditandatangani 21 November 2019,
               diharapkan menjadi titik tolak dalam membangun produktivitas dan kesejahteraan
               yang lebih tinggi.

               "SE menyelamatkan kekisruhan pengaturan upah. Saya harap ini menjadi titik tolak
               produktivitas dan kesejahteraan yang lebih tinggi," kata Saut, Selasa (26/11/2019).

               Menurut Saut, kebijakan Gubernur Jabar merupakan tindakan paling fair dalam
               sistem pengupahan, khususnya di Jabar. Kebijakan tersebut dinilai menjadi
               momentum bagi pengusaha dan pekerjanya untuk saling terbuka soal upah.
               Terlebih, perundingan yang ditekankan dalam SE Gubernur Jabar merupakan hak
               yang dimiliki setiap pengusaha dan pekerjanya.

               Saut menambahkan, SE Gubernur Jabar soal pelaksanaan UMK di Jabar sudah tepat
               dan sesuai dengan kontruksi hukum. Selain itu, SE Gubernur Jabar sejalan dengan
               spirit hubungan industrial karena menekankan perundingan di antara pengusaha
               dan pekerjanya.

               "Gubernur hanya berkewajiban menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan hal
               itu sudah dilakukan Gubernur Jabar. Sedangkan dalam penetapan UMK, sesuai
               Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 78 Tahun 2015, Gubernur tidak melanggar
               jika tidak menerbitkan SK soal UMK," terangnya.

               SE Gubernur Jabar yang isinya menyatakan UMK 2020 tidak boleh lebih rendah
               dibandingkan UMK 2019, dinilai sebagai langkah tepat. Demikian juga dengan
               penyerahan mekanisme pengupahan berdasarkan perundingan dalam skala lokal.

               "Itu sudah tepat menyerahkan pada pekerja dan pengusaha. Kalau sudah melewati




                                                      Page 110 of 127.
   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116