Page 114 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 114

Menurut Saut, Gubernur sendiri hanya berkewajiban untuk menetapkan upah
               minimum provinsi (UMP) dan hal itu sudah dilakukan oleh Gubernur Jabar.
               Sedangkan dalam penetapan UMK, sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor
               78 Tahun 2015, Gubernur tidak melanggar jika tidak menerbitkan SK soal UMK.

               Menurut Saut, SE Gubernur Jabar yang isinya juga menyatakan UMK 2020 tidak
               boleh lebih rendah dibandingkan UMK 2019 sebagai langkah tepat. Demikian juga
               dengan penyerahan mekanisme pengupahan berdasarkan perundingan dalam skala
               lokal.

               "Itu sudah tepat menyerahkan pada pekerja dan pengusaha. Kalau sudah melewati
               batas upah minimum, ya itu idealnya dirundingkan. Setiap perusahaan itu memiliki
               kondisi kemampuan yang berbeda tingkat produktivitas pekerja yang berbeda,"
               jelasnya seraya menambahkan, penekanan tersebut menghilangkan kekhawatiran
               terkait penurunan upah.

               Saut juga menilai, kebijakan UMP yang sudah berjalan cukup efektif dapat menekan
               peluang disparitas upah. Selain itu, dengan penekanan perundingan bipartit, maka
               pemerintah daerah tinggal memastikan perundingan bisa berjalan dengan baik.
               "Adanya struktur dan skala upah ini bisa menjadi acuan dan transparansi yang
               membuat pekerja nyaman, pemerintah tetap mengawasi dengan fair, dan
               kemampuan dari perusahaan pun tetap diperhatikan," tandasnya.

               Pengurus Pusat Studi Pengembangan Bisnis dan Kelembagaan Universitas
               Padjadjaran (Unpad) Muhamad Rizal pun menilai bahwa SE Gubernur Jabar soal
               UMK 2020 itu sebagai sebuah terobosan dalam sistem pengupahan.

               "Surat edaran ini juga menjamin kenaikan upah, namun terkait besaran kenaikan,
               hal itu menjadi bahan perundingan bipartit antara pengusaha dengan pekerjanya.
               Soal berapa naiknya, bebas, tergantung dari hasil perundingan antara pengusaha
               dan pekerjanya," katanya.

               Sementara itu, pengusaha garmen di Purwakarta David Hong mengungkapkan, SE
               Gubernur Jabar soal UMK 2020 menjadi angin segar. Bukan hanya bagi dirinya
               sebagai pengusaha, namun juga bagi sekitar 8.000 pekerjanya.

               Pasalnya, kata David, jika pengupahan harus mengacu pada UMK, dia khawatir
               perusahaannya akan dukung tikar dan para pekerjanya kehilangan mata
               pencaharian.

               "Jika kami tutup (pabrik), maka 8.000 kerja kami terancam berhenti bekerja. Selama
               ini, upah rata-rata pekerja kami Rp4 juta per bulan. Dengan besaran upah yang
               nantinya bisa dirundingkan, namun tetap mengacu pada surat edaran ini, mungkin
               perusahaan kami masih bisa bertahan, dan pekerja pun tetap memiliki penghasilan,"
               katanya.




                                                      Page 113 of 127.
   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119