Page 118 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 NOVEMBER 2019
P. 118
Title INI SOLUSI KSPI TERKAIT PERBEDAAN UPAH ANTAR DAERAH
Media Name akuratnews.com
Pub. Date 26 November 2019
Page/URL https://akuratnews.com/ini-solusi-kspi-terkait-perbedaan-upah-antar-da erah/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Gap atau perbedaan upah antar daerah sangat lebar. Sebagai perbandingan, saat ini
upah di Jabodetabek di kisaran 4 juta. Tetapi ada daerah-daerah lain yang upahnya
di kisaran 1,6 juta.
Perbedaan upah yang signifikan ini, seringkali dijadikan pengusaha untuk
mengancam buruh yang meminta upah naik tinggi. Jika upah terus naik, kata
sebagian pengusaha, mereka akan melakukan relokasi.
Menyikapi perbedaan upah antar daerah tersebut, Presiden Konfederasi Serikat
Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, solusinya adalah dengan merevisi
PP 78/2015. Sebab di dalam PP 78/2015 mengatur kenaikan upah yang sama di
setiap daerah. Sehingga upah di daerah yang tinggi akan semakin tinggi, sedangkan
di daerah yang upahnya rendah akan tetap rendah.
"Supaya gap tidak bertambah lebar, PP 78/2015 harus di revisi. Karena dalam PP
tersebut mengatur formula kenaikan upah minimun sebesar inflasi ditambah
pertumbuhan ekonomi," kata Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Senin,
(25/11/2019).
Sebagai contoh, inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang dipakai untuk kebaikan UMK
2020 adalah 8,51%. Akibatnya, di semua daerah upahnya naik 8,51%. Sehingga
yang saat ini upahnya sudah relatif besar maka semakin besar, sedangkan yang
kecil akan tetap kecil.
Said Iqbal mengusulkan kenaikan upah minimum berdasarkan hasil survei
kebutuhan hidup layak (KHL) di masing-masing kab/kota. Karena setiap daerah nilai
KHL-nya berbeda, maka prosentase kenaikan upah minimumnya juga akan berbeda.
"Dengan demikian, antar daerah pasti akan tetap ada gap tapi akan makin
mengecil. Karena prinsip upah minimum adalah safety net agar buruh tidak absolut
miskin. Sehingga selain mempertimbangkan kemampuan industri tapi juga harus
mengukur peningkatan daya beli buruh dan kenaikan harga barang yang
kesemuanya tercermin dalam hasil survei KHL di pasar," katanya.
Menurut Iqbal, kualitas dan kuantitas KHL juga harus terus ditingkatkan. "Saat ini
sudah disepakati dewan pengupahan nasional sekarang ini adalah 78 item sesuai
hasil riset dewan pengupahan dan kajian BPS," katanya.
Dengan adanya penetapan kenaikan upah minimum berdasarkan survei KHL, secara
Page 117 of 127.

