Page 34 - Bilangan Fu by Ayu Utami
P. 34

kuku  tajam  di  depan  telapak.   manusia yang tertarik melihat
                   Bentuk  demikian  mengacu   kejadian aneh ini.
                   pada  macan  tutul  dan  anjing   Peneliti  satwa  liar  mera­
                   liar. Macan bertelapak bundar,   gukan  serangan  anjing  liar.
                   sementara  anjing  bertelapak   Anjing  liar  selalu  menyerang
                   oval.  Jejak  itu  dikabarkan   bagian tubuh belakang—paha,
                   mengarah  ke  perbukitan  ka­  ekor, dan tubuh tengah—bukan
                   pur  Watugunung.  Sayangnya,   leher.  Sedangkan,  serangan
                   sebelum  peneliti  satwa  liar   macan biasanya meninggalkan
                   datang,  jejak­jejak  itu  telah   ceceran darah. (ANG)
                   berganti  dengan  jejak­jejak


                     Aku tak pernah mendengar kabar ini, bahkan sebagai be­
                 rita burung, di kalangan penduduk desa pada masa itu. Meng­
                 ingat  orang­orang  desa  kutahu  sangat  menyukai  takhayul,
                 bagaimana mungkin dongeng demikian tidak segera menyebar
                 luas? Ada beberapa kemungkinan.
                     Pertama,  berita  ini  isapan  jempol  belaka.  Seorang  lurah
                 atau tetua desa barangkali mengisahkannya kepada satu war­
                 tawan  muda  yang  naif.  Wartawan  itu  menuliskan  dan  me­
                 nyerahkan kepada editornya. Sang editor, seandainya dia tidak
                 sedang ngantuk atau punya masalah rumah tangga, barangkali
                 tergoda oleh gairah mendasarnya pada hal­hal gaib, sehingga
                 meloloskan dongeng vampir ini. Ia sendiri doyan cerita hantu,
                 dan ia tahu bahwa pembaca, sebagaimana dia, juga mengidap
                 penyakit yang sama. Hantu adalah sisi gelap bersama manusia
                 negeri ini. Maka muncullah dia di koran nasional, sebagai berita
                 lokal di sudut bawah halaman daerah, berita yang melepaskan
                 dahaga orang yang mempunyai mata liur pada hal­hal kecil.
                     Kemungkinan  lain,  kemungkinan  kedua,  adalah  bahwa
                 berita  itu  benar—sepenuhnya  atau  sebagian  benar.  Kamilah,
                 para pemanjat, yang kurang bergaul dengan penduduk. Atau,
                 tepatnya, kami tak peduli pada orang­orang setempat sehingga
                 kami tertulikan dari cerita gaib ini.


                                                                        2
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39