Page 39 - Bilangan Fu by Ayu Utami
P. 39

handpon. Memang apa arti suami selain menjadi tulang pung­
               gung  istri­anak?  Kubilang  istri­anak,  bukan  anak­istri,  sebab
               perempuanlah yang datang lebih dulu, baru anak. Pacar adalah
               jebakan  pertama.  Mereka  kita  pacari,  lalu  mereka  minta  di­
               nikahi. Setelah itu mereka mengeluarkan anak. Mereka bilang
               bahwa mereka ingin bulan madu satu dua tahun tanpa anak.
               Tapi, sesungguhnya, mereka berada dalam kekuasaan makhluk
               ubur­ubur  berbentuk  buah  pir  dengan  dua  tangan­tangan
               tipis  melambai  yang  semayam  di  perut  mereka.  Makhluk
               ini  bernama  monster  ubur­ubur,  atau  monster  gelembung.
               Monster  inilah,  kawan,  yang  menciptakan  kita  semua.  Kata­
               kata manis perempuan pada kita, kemanjaan­kemanjaan kecil
               yang  imut,  kerjapan  mata  dan  lenguhan  mereka  yang  maut
               itu  sesungguhnya  hanyalah  pemenuhan  perintah  dari  sang
               monster.  Mereka  sendiri  tak  sadar  itu.  Monster  ubur­ubur
               itu berdenyut dan haus untuk menggelembungkan diri. Tam­
               paknya,  kenikmatan  si  monster  adalah  menggelembungkan
               diri. Untuk menggelembungkan diri, si monster membutuhkan
               sedikit saja makanan pemicu. Yaitu, kecebong sperma kita!
                   Dan kita, jika tidak pandai­pandai, kita akan sama bodoh
               dengan mereka yang dikuasai monster gelembung itu. Sebab,
               kita  pun  berada  dalam  risiko  dikontrol  hewan  moluska  ber­
               kantung yang cepat memproduksi lendir. Moluska marsupial
               berambut jarang. Dan jika lendir itu sudah terlalu penuh dalam
               temboloknya,  hewan  moluska  ini  menjadi  peka  dan  tegang.
               Ia  mulai  demam.  Suhu  badannya  naik.  Akhirnya  ia  meracau
               seperti anjing gila, mencari dengan kalap celah dan dinding di
               mana  ia  bisa  membentur­benturkan  kepala  tanpa  terluka.  Ia
               perlu membentur­benturkan kepalanya yang berdenyut nyut­
               nyut agar otaknya yang kempal itu tersalurkan keluar.
                   Dan,  celakanya,  monster  ubur­ubur  itu  tahu.  Ia  sangat
               pintar, si ubur gelembung ini. Ia tahu tabiat si hewan moluska
               yang secara periodik terserang rabies internal. Maka ia mem­


             30
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44