Page 41 - Bilangan Fu by Ayu Utami
P. 41

cara membuat kita haru dan bangga. Hadiah murah yang lebih
               tinggi apa lagi yang bisa diberikan bagi semua orang? Orang
               kaya  maupun  miskin,  pintar  maupun  pandir,  sehat  maupun
               sakit,  sempurna  ataupun  cacat,  otak  kempal  maupun  mani
               encer, semua bisa merasa bangga dan haru.
                   Perlahan  tapi  pasti,  boneka  itu  semakin  besar  pula.  Tak
               terbendung  sama  sekali.  Sebelum  menikah  si  Fulan  bilang
               padaku bahwa ia akan melarang istri dan anaknya menonton
               siaran­siaran tolol televisi. Sebagai lelaki, sebagai ayah, sebagai
               kepala keluarga yang berkuasa, ia punya hak untuk itu. Begitu
               katanya. Ia hanya akan mengizinkan anaknya menonton film-
               film petualangan dan pengetahuan. Serial National Geographic,
               Discovery Channel, atau Animal Planet yang digandakan secara
               gelap.
                   Nah, ini dia! Aku senang sekali dia memberi lagi padaku
               kesempatan  untuk  bertaruh.  Ya,  bertaruh  sepertinya  adalah
               satu­satunya bahasa yang kukuasai. Kataku kepadanya, keka­
               lahan  pertamamu  adalah  menyerah  ketika  perempuan  itu
               meminta  pernikahan.  Dan,  berbalikan  dengan  kesempatan,
               kekalahan tak pernah datang sekali saja. Ingat. Kekalahan tak
               pernah datang sekali saja.
                   Ia  berkeras.  Tidak.  Padaku  itu  tidak  mungkin  terjadi,
               katanya.
                   Berani taruhan? Tantangku segera.
                   Setelah peristiwa kelingking itu, ia tampak malas meladeni
               aku. Tapi karena ia telah ngotot tadi, maka ia terima juga kartu­
               kartu yang kusodorkan.
                   “Taruhan  pertama.  Kalian  akan  segera  punya  anak.  Ta­
               ruhan  kedua,  kalian  akan  tak  lagi  memanggil  satu  sama  lain
               dengan nama, atau ‘sayang’. Tapi dengan ‘mama atau ‘papa’.
               Taruhan ketiga, anakmu doyan sinetron dan pergi ke mal…”
                   “Oke. Oke. Dua dulu cukup,” potongnya sebal.


             32
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46