Page 31 - Bilangan Fu by Ayu Utami
P. 31

yang  terbentuk  seperti  cara  udara  terlipat  oleh  suhu  sangat
               tinggi  yang  sering  kau  temukan  di  jalan  panjang  datar  atau
               pada pucuk­pucuk api. Lalu aku terduduk pada papan tidurku.
               Dan,  seperti  telah  kuduga,  aku  kehilangan  pencerahan  yang
               barusan kualami.
                   Udara tak menampakkan lipatan lagi. Segala kembali se­
               perti biasa. Burung­burung telah bernyanyi. Sinar fajar meng­
               usap  jambul­jambul  hutan,  sebelum  tempias  menyepuhkan
               emas pada tebing dan mataku. Aku telah kembali pada sebuah
               dimensi yang tak mengizinkan aku mengerti apa yang kufahami
               dalam mimpi. Tapi bunyi fu, yaitu bilangan fu, tercuri dari alam
               itu ke alam sadar. Suara Sebul yang menyusup lewat leherku
               masih bergaung di kepalaku. Bilangan itu bernama fu. Ya! Lalu
               apa? Sekarang aku tak tahu apa artinya, meski aku masih ingat
               betul rasanya. Beberapa detik yang lalu aku bisa mengerti apa
               artinya, dan itulah pencerahanku yang menggembirakan. Fu.
               Persetan.  Kini  rasa  tercerahkan  itu  seperti  kekacauan  pikir
               dalam  mimpi  belaka.  Kehilangan  pengertian  yang  membuat
               frustasi.
                   Aku  memejamkan  mata  dan  mengingat­ingat  apa  yang
               digambarkan Sebul pada angin ketika ia menyebutkan bilangan
               itu.  Bilangan  yang  jejaknya  terlihat  beberapa  saat  di  udara.
               Tidak, dia tidak menggerakkan jari­jarinya membentuk angka
               yang  kukenal,  dari  0  sampai  9.  Ia  tidak  menggambarkan
               pecahan  yang  rumit  seperti  3,14.  Ia  menggulirkan  sebuah
               lambang yang tak bisa kusebut sebagai angka:






                   Ah. Mirip obat nyamuk bakar. Sudah kuduga. Semua ini
               hanyalah  kilatan­kilatan  kacau  otak  bermimpi.  Sesaat  kemu­
               dian aku telah berdamai dengan pengalaman itu dan terlipur.
               Bagaimanapun juga, aku menikmati rasa ini. Rasa menggelitik


             22
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36