Page 55 - E-Modul Pengembangan Pembelajaran PPKn SD_Neat
P. 55

Pengembangan  sumber  belajar  sebagaimana  digambarkan  di  atas
                  memiliki  struktur  yang  sederhana,  dengan  tingkat  akurasi  yang  tinggi,  karena
                  dilakukan dengan penelitian ilmiah. Pada proses awal dilakukan kajian terhadap
                  pedoman  pengembangan  sumber  belajar,  struktur  sumber  belajar,  bentuk
                  sumber  belajar,  isi  sumber  belajar  dan  berbagai  ketentuan  bertalian  dengan
                  sumber belajar. Untuk memahami hal ini, guru mesti melakukan kajian terhadap
                  pedoman pengembangan sumber belajar yang telah ada dan bagaimana cara
                  pengembangannya.  Pemahaman  terhadap  pedoman  pengembangan  sumber
                  belajar akan memberikan pengetahuan yang memadai tentang struktur sumber
                  belajar,  garis-garis  besar  sumber  belajar,  konten  sumber  belajar  yang  akan
                  dikembangkan,  bentuk  sumber  belajar  yang  akan  dikembangkan,  cara
                  pengemasan  sumber  belajar,  cara  penggunaan  sumber  belajar  dan  cara
                  penggunaan sumber belajar oleh peserta didik.
                         Kegiatan berikutnya adalah melakukan penelitian terhadap kondisi empirik
                  sumber belajar yang ada di sekolah, kebutuhan sumber belajar bagi peserta didik
                  dan guru, serta teori-teori pengembangan sumber belajar. Kajian tentang teri-
                  teori pengembangan sumber belajar dapat dilakukan melalui studi pustaka, yaitu
                  melakukan kajian secara ilmiah terhadap buku, artikel, disertasi, tesis, makalah
                  dan karya ilmiah lainnya yang relevan dengan sumber belajar. Kajian ini akan
                  memberikan  landasan  terhadap  cara  pengembangan  sumber  belajar,  konten
                  sumber  belajar  yang  akan  dikembangkan,  cara  pengemasan  sumber  belajar
                  untuk tujuan pembelajaran dan cara penggunaan sumber belajar dalam kegiatan
                  pembelajaran. Kajian empirik dilakukan untuk menganalisis sumber belajar yang
                  ada di sekolah saat ini, termasuk kelebihan dan kekuarangannya, sehingga dapat
                  dijadikan acuan hal-hal yang bersifat positif dan diperbaiki hal-hal yang dinilai
                  kurang. Pada proses ini juga dapat dilakukan proses observasi dan wawancara
                  dengan guru yang telah menggunakan sumber belajar yang telah ada di sekolah.
                  Analisis kebutuhan dilakukan untuk memetakan kebutuhan sumber belajar bagi
                  peserta didik dan guru, khususnya bertalian dengan konten, bentuk dan struktur
                  sumber belajar yang dibutuhkan oleh guru dan peserta didik. Kegiatan penelitian
                  juga dimaksudkan untuk mengembangkan prototif sumber belajar sebagaimana
                  hasil kajian pustaka, studi empirik dan nalisis kebutuhan.
                         Prototife sumber belajar yang dikembangkan dalam kegiatan penelitian
                  kemudian      diuji   untuk   mengetahui      konstruk,    konten,     bentuk    dan
                  kebermanfaatannya  bagi  peserta  didik.  Pengujian  dapat  dilakukan  secara
                  langsung  dengan  mengimplementasikan  desain  sumber  belajar  yang
                  dikembangkan  pada  kegiatan  pembelajaran.  Kemudian  guru  selaku  praktisi
                  pendidikan  memberikan  penilaian  terhadap  konstruk  sumber  belajar,  konten
                  sumber belajar dan relevandi sumber belajar dengan materi pokok pembelajaran.
                  Sedangkan  untuk  mengetahui  kebermanfaatannya  dalam  pengembangan
                  kemampuan  peserta  didik  dapat  dianalisis  berdasarkan  pada  kemampuan
                  peserta didik setelah mengikuti pembelajaran melalui evaluasi yang bersifat pre
                  tes  dan  post  tes.  Jika  praktisi  pendidikan  telah  dapat  menggunakan  sumber
                  belajar dengan baik dan peserta didik memiliki kemampuan sebagaimana yang
                  diharapkan, maka sumber belajar yang dikembangkan dapat didigunakan. Jika
                  praktisi  pendidikan  menilai  sumber  belajar  masih  memiliki  kelemahan,  maka
                  diperlukan adanya revisi dan modifikasi agar relevan dengan kebutuhan.






                                                           52
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60