Page 52 - E-Modul Pengembangan Pembelajaran PPKn SD_Neat
P. 52

sumber belajar yang efektif. Keterbatasan dana yang dimiliki oleh Pemerintah
                  Daerah, tidak jarang berimplikasi pada alokasi peningkatkan kulitas sumber daya
                  manusia, termasuk untuk peningkatan kompetensi guru (Suastika, dkk, 2018)
                         Di sisi lain, kompilasi sumber belajar yang digunakan oleh guru selama ini
                  belum mendapatkan validasi dari akhli (uji judges), sehingga masing diragunakan
                  kebermanfaatanya.       Implikasinya      adanya     keengganan       guru     untuk
                  mengembangkan  sumber  belajar  secara  mandiri.  Bertalian  dengan  itu,
                  pengembangan sumber belajar mesti bersifat ilmiah, sehingga relevan dengan
                  materi, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Menurut Ranjit, (dalam Yaumi,
                  2013:  282)  menyarankan  sepuluh  langkah  dalam  mengebangkan  sumber
                  belajar,  sehingga  sumber  belajar  menjadi  bemutu,  yaitu:  (1)  identifikasi
                  kebutuhan  dan  masalah,  (2)  analisis  masalah  pola  resistensi,  (3)  analisis
                  masalah  berkaitan  dengan  kebutuhan  dan  motivasi,  (4)  merumuskan  dan
                  menetapkan  tujuan,  (5)  menyeleksi  topik,  (6)  menyeleksi  bentuk  (format),  (7)
                  menyusun konten, (8) editing, (9) testing (pengujian), dan (10) revisi. Langkah-
                  langkah  pengembangan  sumber  belajar  dapat  sebagai  berikut  (halaman
                  berikut):.
                         Pada tahap awal dilakukan identifikasi kebutuhan pengembangan sumber
                  belajar.  Indentifikasi  kebutuhan  dilakukan  untuk  menentukan  sumber  belajar
                  yang ada saat ini, materi pokok, keluasan dan kedalaman materi, dan kebutuhan
                  pengembangannya  untuk  proses  pembelajaran.  Proses  identifikasi  kebutuhan
                  dapat dilakukan dengan melakukan studi pustaka, yaitu mencari informasi yang
                  bersumber dari buku, hasil penelitian, artikel dan bahan pusataka lainnya. Selain
                  itu,  identifikasi  kebutuhan  dapat  dilakukan  melalui  proses  observasi  dan
                  wawancara termasuk juga melakukan refeleksi diri. Berdsarkan pada refleksi diri,
                  kita  akan  memahami  kebutuhan  pengembangan  bahan  ajar  terhadap  mata
                  pelajaran yang kita belajarkan. Kegiatan berikutnya melakukan analisis masalah
                  bertalian  dengan  pola  resistensi  sumber  belajar.  Analisis  masalah  bertalian
                  dengan resistensi pada konteks ini dimaksudkan untuk menentukan posisi pada
                  pengembangan  sumber  belajar,  teori  yang  akan  digunakan  untuk
                  mengembangkan  sumber  belajar  dan  bahan-bahan  yang  digunakan  untuk
                  mengembangkannya.  Guru  menentukan  masalah  pada  sumber  belajar  yang
                  telah  dimiliki,  baik  dari  sisi  bentuknya,  kontennya,  kedalaman  dan  keluasan
                  materinya, relevansinya dengan tujuan pembelajaran, termasuk juga kesesuaian
                  dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
                         Tahap berikutnya adalah analisis masalah berkaitan dengan kebutuhan
                  dan  motivasi.  Analisis  masalah  ditujukan  untuk  menentukan  kebutuhan
                  pengembangan sumber belajar dari sisi materi, peserta didik dan kebutuhan guru
                  serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari sisi materi, sumber
                  belajar dapat memperluas, memperdalam, lebih sistematis dan lebih terstruktur.
                  Dari sisi peserta didik, sumber belajar yang dikembangkan dapat mempermudah
                  peserta  didik  dalam  memahami  materi,  lebih  efisen  dan  efektif.  Dari  sisi
                  pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, apakah sumber belajar yang
                  dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
                  Pada akhirnya analisis masalah ini ditujukan untuk membangun motivasi dalam
                  kegiatan  pembelajaran.  Untuk  itu,  mesti  dilakukan  analisis mengenai dampak
                  sumber belajar terhadap motivasi belajar peserta didik dan aktivitas belajarnya.
                  Kegiatan berikutnya adalah  merumuskan dan menetapkan tujuan. Guru pada




                                                           49
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57