Page 10 - E-MODUL_Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas Tinggi
P. 10

f. Cerita Berangkai Tujuan
                         Siswa dapat melanjutkan cerita yang disampaikan temannya dengan tepat
                         dan dalam lingkup topik yang sama. Satu kelompok (5 orang) berdiri di
                         depan kelas kemudian bercerita tentang topik tertentu yang diawali dari
                         kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri.
                      g. Menerangkan Obat/Makanan/Minuman/Benda Lainnya
                         Dalam hal ini siswa dapat menjelaskan sesuatu secara runtut dan benar.
                         Siswa  menerangkan  sebuah  benda  yang  sudah  mereka  kenal.  Dalam
                         waktu singkat mereka menerangkan mengenai karakter benda tersebut.
                         Benda dapat berupa minuman, obat-obatan, makanan, tas, sepatu, dan
                         lain-lain. Alat yang diperlukan adalah botol obat, botol minuman, makanan
                         instant, tas, bolpoint, dan lain-lain. (Kegiatan dilakukan secara kelompok).

                  2.5 Strategi Pembelajaran Berbahasa Lisan dan Penerapannya Melalui
                      Kegiatan Bercerita dan Dramatisasi Kreatif
                      Menyimak  dan  berbicara  merupakan  keterampilan  berbahasa  lisan  yang
                      amat fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Betapa tidak karena dengan
                      menyimak  dan  berbicara  kita  dapat  memperoleh  dan  menyampaikan
                      informasi.  Dalam  kegiatan  komunikasi  lisan,  kegiatan  menyimak  dan
                      berbicara merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan.
                      Beberapa strategi pembelajaran berbahasa lisan yang dapat diterapkan di
                      sekolah dasar adalah sebagai berikut.
                      1. Menjawab Pertanyaan
                         Latihan menjawab pertanyaan secara lisan berdasarkan bahan simakan
                         sangat menunjang pengembangan keterampilan berbahasa lisan siswa.
                         Ada  lima  pertanyaan  yang  perlu  disajikan  guru,  yaitu  (a)  siapa  yang
                         berbicara, (b) apa yang dibicarakan, (c) mengapa hal itu dibicarakan, (d)
                         di mana hal itu dibicarakan, dan (e) bilamana hal itu dibicarakan.
                      2. Bermain Tebak-tebakan
                         Bermain tebak-tebakan dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Cara
                         yang sederhana, guru mendeskrepsikan secara lisan suatu benda tanpa
                         menyebut nama bendanya. Tugas siswa menerka nama benda itu.
                      3. Memberi Petunjuk
                         Memberi  petunjuk,  seperti  petunjuk  mengerjakan  sesuatu,  petunjuk
                         mengenai  arah  atau  letak  suatu  tempat,  memerlukan  sejumlah
                         persyaratan. Petujuk harus jelas, singkat, dan tepat. Siswa yang sering
                         berlatih  memberi  petujuk  secara  lisan  akan  lebih  terampil  berbicara.
                         Karenanya, guru harus memberikan kesempatan yang luas kepada siswa
                         untuk berlatih memberikan petujuk.
                      4. Identifikasi Kalimat Topik
                         Guru membacakan sebuah paragraf siswa menuliskan kalimat topiknya
                         Contoh:
                         Guru  :  “Simak  baik-baik  paragraf  berikut.  Yang  manakah  kalimat
                         topiknya?”
                         Ruang  kelas  kami  luas  dan  menyenangkan.  Ukurannya  8x10  m.
                         Jendelanya  besar dan  menghadap  ke taman.  Penerangan  listrik cukup
                         sehingga kelas dapat digunakan di saat langit mendung. Lantainya ubin





                                                            5
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15