Page 11 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 11

6 | Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik


            (Hughes,  1994),  karena  tuntutan masyarakat sebagai  pelanggan yang
            menghendakinya.  Sistem  pemerintahan  yang  pada  umumnya  bersifat
            sentralistis  pada  perspektif  administrasi  publik  klasik  ternyata  tidak
            dapat dipertahankan lagi dan digantikan dengan sistem pemerintahan
            desentralisasi.  Sistem  ini  dianggap  mampu  mengenali  masalah-
            masalah  publik  lebih  dekat  dan  mampu  menyelesaikan  masalah-
            masalah  tersebut  dengan  cepat.  Sistem  ini  juga  dianggap  mampu
            memahami  kebutuhan-kebutuhan  dan  keinginan-keinginan  pelanggan
            dengan  cepat  dan  akurat,  serta  dapat  memenuhi  dalam  kurun  waktu
            yang cepat pula.
                  Pada  perspektif  ini  orientasi  dititikberatkan  pada  pelanggan
            bukan berorientasi pada peraturan. Namun perspektif ini bukan berarti
            tidak  ada  aturan  dalam  penyelenggaraan  pelayanan  publik  tetapi
            aturan  main  yang  digunakan  merupakan  aturan  main  yang  fleksibel.
            Fleksibilitas  penggunaan  aturan  disebabkan  oleh  tuntutan  pelanggan
            yang selalu ingin cepat terpenuhi dan berubah-ubah.
                  Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, berdasarkan perspektif
            NPM,  pemerintah  (organisasi  publik)  bukan  lagi  pemain  utama
            melainkan  berfungsi  sebagai  pengarah  (steering).  Sebagai  pengarah
            pemerintah  memberikan  kesempatan  kepada  pihak  lain  (organisasi
            swasta  dan  organisasi  non  pemerintah)  untuk  terlibat  dalam
            penyelenggaraan pelayanan publik. Pelibatan pihak lain tersebut akan
            mengurangi  beban  pemerintah  yang  selama  ini  diemban  sendiri,
            sehingga pemerintah dapat berkonsentrasi pada tugas-tugas lain yang
            tidak memungkinkan atau tidak efisien dijalankan oleh pihak lain.
                  Berbagai istilah yang memiliki pengertian yang sama dengan New
            Public  Management,  adalah  managerialism,  market-based  public
            management,  entrepreneurial  government,  governance,  new    theory  of
            public  administration.  Apapun  namanya  namun  memiliki  kesamaan
            dalam  berbagai  hal,  yaitu,  pertama,  apapun  sebutan  model  tersebut,
            yang  pasti  ia  menunjukkan  suatu  perubahan  dari  model  administrasi
            negara  tradisional,  yang  mencurahkan  perhatian  utama  pada
            pencapaian   hasil   dan   tanggung   jawab   personal   para   manajer.
            Kedua,    adanya suatu perhatian yang diekspresikan pada perubahan
            dari  birokrasi  klasik  untuk  membuat  organisasi,  personel,  dan
            persyaratan-persyaratan  dan  peraturan-peraturan  pegawai  yang  lebih
            fleksibel. Ketiga,  tujuan organisasi dan personil perlu disusun dengan
            jelas,  yang  memungkinkan diukur  keberhasilannya melalui indikator-
            indikator  kinerja.  Keempat,     staf  senior  lebih  memungkinkan
            mempunyai komitmen  politik  terhadap pemerintah dari  pada  menjadi
            non-partisan  atau  netral.  Kelima,  fungsi-fungsi  pemerintahan  lebih
            memungkinkan  menghadapi  tes  pasar,  seperti  pelaksanaan  kontrak
            pekerjaan pemerintahan, sebagaimana yang di sarankan oleh Osborne
            dan   Gaebler  (1995)  bahwa  pemerintahan  diharapkan  “steering  than
            rowing”.  Keenam,  kecenderungannya  mengarah  pengurangan  fungsi
            pemerintahan melalui privatisasi. (Hughes, 1994; Syafri, 2012).
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16