Page 9 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 9

4 | Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik


            Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Administrasi Publik
            Klasik

                  Sebagaimana  telah  diuraikan  di  atas,  bahwa  suatu  organisasi
            dalam mencapai tujuannya ditentukan dan dipengaruhi oleh nilai yang
            dianut  organisasi  tersebut.  Nilai  yang  dianut  oleh  organisasi  publik
            berdasarkan  perspektif  administrasi  publik  klasik  adalah  nilai
            efektivitas, efisiensi, dan ekonomis. Untuk mencapai nilai-nilai tersebut
            maka  proses  administrasi  yang  berlangsung  harus  sesuai  dengan
            aturan  yang  telah  ditetapkan  sehingga  setiap  hasil  kegiatan  dapat
            ditentukan  dengan  jelas.  Demikian  pula  manajemen  sumber  daya
            manusia  dalam  organisasi  publik  harus  dirancang  untuk  memahami
            dan  mencapai  nilai-nilai  tersebut,  karena  sumber  daya  manusia
            menempati  posisi  yang  penting  dalam  proses  pencapaian  tujuan
            organisasi.
                  Manajemen   sumber  daya   manusia   berdasarkan   perspektif
            administrasi  publik  klasik  meliputi  rekrutmen  pegawai  sampai  pada
            pemberhentian  pegawai  telah    diatur  sedemikian  rupa  untuk
            mendukung  proses  administrasi  yang  berlangsung  dalam  organisasi
            publik.    Sumber    daya    manusia    (pegawai)    yang    akan    direkrut
            berdasarkan pola rekrutmen pegawai negeri sipil yang telah ditentukan
            oleh  Pemerintah.  Sumber  daya  manusia  yang  telah  direkrut  akan
            mengikuti   pelatihan   awal   (pelatihan   prajabatan).   Pelatihan   ini
            bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para calon pegawai
            tentang  sistem  kepegawaian  yang  digunakan  dalam  organisasi  publik
            (birokrasi pemerintahan).
                  Dalam  pelatihan  tersebut,  diharapkan  setiap  pegawai  akan
            memahami  posisi  dan  keberadaannya  dalam  organisasi,  tunduk  pada
            aturan dan loyal pada atasan. Dalam hal ini, pegawai yang berada dan
            bekerja  dalam  birokrasi  pemerintahan  adalah  pegawai  yang  siap
            menuruti  semua  aturan  organisasi  dan  loyal  pada  atasannya.
            Berdasarkan  perspektif  ini,  aturan  yang  ada  dalam  organisasi  akan
            dapat  menjamin  tercapainya  tujuan  organisasi  tersebut  atau  akan
            dapat  memberikan  pelayanan  publik  yang  berkualitas  sebagaimana
            yang  menjadi  tujuan  organisasi  publik  itu  sendiri.  Demikian  pula,
            atasan  merupakan  representasi  dari  organisasi,  dengan  demikian
            perintah atasan harus ditaati dan dipatuhi. Oleh karena itu, organisasi
            publik  (birokrasi  pemerintahan)  memiliki  sifat  hirarkis  yang  sangat
            ketat dengan aturan.
                  Organisasi  publik  menjalankan  fungsi  utamanya  berupa
            “pelayanan publik”  yang  selalu  didasari aturan-aturan formal.  Aturan
            yang  menjadi  acuan  dasar  sering  diterapkan  secara  kaku,  sehingga
            tidak   jarang   tujuan   melayani   sebaik-baiknya   menjadi   terabaikan.
            Manajemen    sumber  daya    manusia    berdasarkan  perspektif    ini
            memandang   manusia   sebagai   mesin.   Manusia   (pegawai)   dalam
            organisasi   publik   harus   tunduk   pada   sistem   aturan   yang   ketat,
            sehingga pegawai  tidak diberikan keleluasaan untuk mengembangkan
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14