Page 12 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 12

Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik  | 7



                    Paradigma  manajemen  publik  baru  (new  public  management)
              menggantikan  paradigma  administrasi  negara  klasik  yang  sifatnya
              rigid,  hirarkis,  birokratik,  dan  secara  teori  maupun  praktek  tidak
              mampu  menjawab  atau  mengatasi  masalah-masalah  yang  muncul
              pada  era  yang serba  berubah.  Perubahan  ini bukan  hanya perbaikan
              (reform)  atau  perubahan  kecil  pada  gaya  manajemen,  tetapi  suatu
              perubahan pada peranan pemerintah dalam masyarakat dan hubungan
              antara pemerintah dengan warga negara (Hughes, 1994).
                    Perubahan paradigma ini menghendaki adanya kemampuan para
              manajer  untuk  “membaca”  lingkungannya  dan  mencoba  mengelola
              dengan baik, dan inilah yang disebut dengan manajer dan profesional
              yang efektif (Morgan, 1986 : 11). Untuk dapat menghadapi lingkungan
              organisasi  pemerintahan  dan  dapat  menjalankannya  dengan  efisien,
              maka  Osborne  dan  Gaebler  (1995)  memberikan  petunjuk  melalui
              pendekatan  “reinventing  government”.  Menurutnya,  organisasi  yang
              efektif  dan  efisien  adalah  organisasi  yang  memiliki  semangat
              kewirausahaan  dan  dapat  memberikan  kesempatan  para  pegawainya
              berkreasi. Dalam mewirausahakan birokrasi terdapat 10 prinsip, yaitu :
              a)    pemerintahan   katalis   :    mengarahkan   ketimbang   mengayuh;
              b)  pemerintah  milik  masyarakat  :  memberi  wewenang  ketimbang
              melayani; c) pemerintahan yang kompetitif : menyuntikkan persaingan
              ke dalam pemberian pelayanan; d) pemerintahan yang digerakkan oleh
              misi:  mengubah     organisasi  yang  digerakkan      oleh  peraturan;
              e)  pemerintahan  yang  berorientasi  hasil  :  membiayai  hasil,  bukan
              masukan;  f)  pemerintahan  yang  berorientasi  pelanggan  :  memenuhi
              kebutuhan  pelanggan,  bukan  birokrasi;  g)  pemerintahan  wirausaha  :
              mencegah  daripada  mengobati;  h)   pemerintahan  desentralisasi;  dan
              i)  pemerintahan  yang  berorientasi  pasar  :  mendongkrak  perubahan
              melalui pasar.

              Manajemen  Sumber  Daya  Manusia  dalam  Perspektif  New
              Public Service.
                    Perspektif new public service merupakan suatu paradigma dalam
              administrasi  publik  yang  menekankan  penyelenggaraan  pelayanan
              publik  yang  demokratis  dan  berkeadilan  sosial.  Dalam  hal  ini,
              penyelenggara  pelayanan  berusaha  memahami  kepentingan  publik
              (public intrest)  dalam penyelenggaraan pelayanan publik.   Kepentingan
              publik yang menjadi dasar dalam dalam penyusunan berbagai program
              pelayanan publik.
                    Perspektif  ini  berbeda  dengan  kedua  pendekatan  di  atas,
              khususnya  pendekatan  new  public  mangement  yang  menekankan
              penyelenggaraan  pelayanan  publik  seperti  yang  dilakukan  pada
              organisasi  bisnis.  Dalam  perspektif  ini,  penyelenggaraan  pelayanan
              publik tidak menekankan penggunaan teknik-teknik manajemen pada
              organisasi  bisnis,  karena  organisasi  bisnis  dan  publik  masing-masing
              memiliki orientasi yang berbeda, sebagaimana yang dikemukakan oleh
              Denhardt & Denhardt (2003), ”government shouldn’t run like a business;
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17